Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
13 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
13 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
13 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  PON

Dari Panggung Kecil di Senen, Lahir Keberanian Besar Melalui Seminar Public Speaking UBSI

Dari Panggung Kecil di Senen, Lahir Keberanian Besar Melalui Seminar Public Speaking UBSI
Muthi Alfiani, tim kurikulum Rumah Belajar Senen. (Ist)
Senin, 22 September 2025 18:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Gelak tawa, tepuk tangan, hingga keberanian para peserta memenuhi ruangan Rumah Belajar Senen, Jakarta Pusat, saat seminar “Berani Bicara, Berani Berubah” digelar oleh Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Bukan sekadar berbagi teori, kegiatan ini menjelma menjadi ruang latihan nyata bagi para pengurus untuk menaklukkan panggung dan rasa gugup berbicara di depan umum.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat UBSI ini memantik semangat para peserta. Mereka tak hanya mendengar materi, tetapi juga langsung dipandu untuk berlatih, berinteraksi, hingga berani menerima tantangan tampil spontan di depan audiens.

Muthi Alfiani, tim kurikulum Rumah Belajar Senen, mengaku kagum dengan atmosfer seminar. “Saya melihat anggota kami begitu bersemangat mencoba hal baru. Public speaking ternyata bukan hal menakutkan bila dilatih dengan cara yang menyenangkan seperti ini,” ujar Muthi dalam rilis, Senin (22/9/2025). 

Pramelani, S.Sos., M.M., Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UBSI, menilai keberanian peserta adalah capaian utama dari seminar.

“Materi yang disampaikan memang penting, tapi yang lebih berharga adalah peserta mau mencoba dan berani tampil. Itulah esensi public speaking: melatih kepercayaan diri,” katanya.

Tutor pelatihan, Wulan Muhariani, M.I.Kom., menegaskan bahwa public speaking adalah seni membentuk karakter komunikatif. “Bukan hanya soal suara lantang atau gestur, tetapi membangun mental berani, percaya diri, dan mampu menyampaikan pesan secara efektif,” jelasnya.

Suasana semakin hidup ketika Taqwa Sejati, M.I.Kom., menghadirkan hiburan musik dan sesi bernyanyi bersama. Beberapa peserta yang awalnya ragu, akhirnya memberanikan diri maju, menciptakan interaksi hangat dua arah.

Sebagai refleksi, kuesioner yang disebarkan menunjukkan mayoritas peserta memberikan tanggapan positif dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan tema yang lebih beragam.

Dari ruang sederhana di Senen, lahir semangat besar untuk berubah. Seminar ini bukan hanya membekali ilmu, tetapi juga menyalakan keberanian agar setiap kata yang terucap membawa dampak dan keyakinan. ***

wwwwww