Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Permenpora Nomor 14/2024 Dicabut, Titik Balik Kebangkitan Olahraga Indonesia

Permenpora Nomor 14/2024 Dicabut, Titik Balik Kebangkitan Olahraga Indonesia
Komite Eksekutif NOC Indonesia Krisna Bayu OLY. (Dok.Pribadi)
Selasa, 23 September 2025 18:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menyambut positif langkah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang secara resmi mencabut Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Prestasi.

Pencabutan Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 itu diputuskan melalui Permenpora Nomor 7 Tahun 2025. Peraturan baru tersebut dicabut dan dinyatakan tidak berlaku sejak tanggal Diundangkan, yakni 22 September 2025.

Komite Eksekutif NOC Indonesia, Krisna Bayu menegaskan bahwa keputusan ini merupakan angin segar bagi dunia olahraga Indonesia. Pencabutan Permenpora No. 14/2024 ini tidak hanya sekadar perubahan aturan, tetapi sebuah titik balik menuju tata kelola olahraga yang lebih baik.

“Pencabutan Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 oleh Menpora Erick Thohir adalah momentum penting, sebuah titik balik dari kebangkitan olahraga nasional, kami percaya di tangan beliau, peta jalan olahraga Indonesia akan kembali sesuai dengan prinsip-prinsip Olympic Charter. Ini sesuai dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ujar Krisna Bayu.

Sebagai tambahan informasi, Erick Thohir memiliki rekam jejak panjang di dunia olahraga, mulai dari Ketua Umum PP Perbasi (2006–2010), Ketua NOC Indonesia (2015–2019), hingga Presiden SEABA. Namanya mendunia setelah menjadi orang Asia pertama yang memiliki saham klub NBA Philadelphia 76ers, serta menjabat Presiden Inter Milan.

Selain itu, Erick Thohir juga sukses memimpin Asian Games 2018 Jakarta–Palembang yang menuai pujian internasional. Di level global, Erick Thohir masih aktif sebagai anggota Central Board FIBA sejak 2014 dan anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) sejak 2019.

Lebih lanjut, lewat sederet pengalaman panjang di dunia olahraga nasional dan internasional, membuat Erick Thohir memahami betul aturan dan tata kelola olahraga yang berlaku di internasional. Sebab itu, kebijakan yang diambil membuka ruang kolaborasi yang lebih sehat antara pemerintah, NOC, federasi olahraga, hingga stakeholder swasta.

Sebab itu, NOC Indonesia optimistis dengan sinergi seluruh elemen bangsa, Indonesia mampu melahirkan lebih banyak Olympian dan mengukir sejarah baru di Olimpiade mendatang.

“NOC Indonesia siap menjadi motor pemersatu, mengajak semua pihak untuk bersatu mendorong prestasi olahraga melalui perbaikan internal tata kelola. Bersamasama, kita harus memastikan Merah Putih berkibar lebih tinggi di ajang internasional,” tambahnya.

Krisna Bayu yang juga merupakan Olympian judo di tiga edisi berbeda (1996 di Atlanta, Sydney 2000 dan Athena 2024) menilai langkah Menpora sebagai bentuk keberanian untuk menata ulang fondasi olahraga prestasi.

“Kebijakan ini memberi kepastian bagi federasi olahraga agar bisa fokus pada pembinaan atlet dan peningkatan prestasi. Kita perlu memanfaatkan momentum ini untuk menciptakan sistem yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pencapaian medali,” tutup Krisna Bayu yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi). ***

wwwwww