Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
8 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
12 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Nasional

Prabowo dan Operasi Senyap Menata Ulang Peta Kekuasaan Ekonomi

Prabowo dan Operasi Senyap Menata Ulang Peta Kekuasaan Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)
Jum'at, 26 September 2025 21:15 WIB
Penulis: Duddy S. Sutandi, Pengamat Sosial
ADA anggapan bahwa Presiden Prabowo Subianto lemah, tersandera Geng Solo dan oligarki. Narasi ini seolah meneguhkan pesimisme bahwa ia tak mampu melepaskan diri dari bayang-bayang kekuasaan lama. Namun faktanya, tafsir itu keliru.

Dengan gayanya yang khas, Prabowo justru tengah melakukan operasi senyap—strategi ala militer yang sunyi tetapi efektif—untuk menutup kran aliran dana dan ruang gerak oligarki.

Restrukturisasi BUMN dan pembatasan akses oligarki ke bank-bank pelat merah adalah sinyal kuat. Pintu-pintu yang selama ini menjadi sumber kekuatan oligarki perlahan ditutup, bukan lewatg konfrontasi frontal yang gaduh, melainkan lewat langkah senyap yang sistematis.

Nasionalisme Ekonomi dan Jihad Sunyi

Apa yang dilakukan Prabowo menghidupkan kembali nasionalisme ekonomi, sebagaimana garis perjuangan Bung Karno dan Bung Hatta: kedaulatan politik mustahil tanpa kedaulatan ekonomi. Spirit Trisakti menemukan napasnya lagi, ketika negara mulai mengambil kendali dari segelintir elite rente.

Lebih jauh, ini adalah jihad sunyi melawan oligarki. Mereka adalah penjajah baru yang menghisap sumber daya publik. Prabowo memahami, perang terbuka hanya akan menimbulkan gejolak, sementara operasi senyap memastikan perubahan berjalan tanpa guncangan besar.

Danantara dan Reposisi BUMN

Pembentukan Danantara menjadi langkah penting. BUMN yang selama ini cenderung menjadi cost centre kini diarahkan menjadi profit centre bagi negara. Keputusan-keputusan finansial strategis ditempatkan langsung di bawah kendali Presiden. Dengan begitu, BUMN tidak lagi menjadi ladang subur oligarki, melainkan mesin keuangan negara yang menopang kedaulatan ekonomi.

Resonansi Historis

Langkah ini memiliki gema dalam sejarah. Soeharto pernah mengonsolidasikan Bulog di awal 1970-an untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menutup ruang rente. Di Malaysia, Mahathir Mohamad memperkuat GLC sebagai mesin pembangunan sekaligus benteng dari dominasi asing. Kini, Prabowo melakukan hal serupa dengan konteks baru: menata BUMN dan finansial negara agar bebas dari cengkeraman oligarki.

Dimensi Global dan Pesan Moral

Di tengah turbulensi global, reposisi ini memperkuat posisi Indonesia. Pesannya jelas: Indonesia bukan pasar bebas oligarki global, melainkan negara berdaulat yang mampu mengatur dirinya sendiri.

Bagi generasi muda, ada pesan moral penting. Kepemimpinan sejati bukan soal teriakan keras atau pencitraan, melainkan strategi, keteguhan, dan keberanian melawan arus. Prabowo memberi contoh bahwa kekuatan sejati kadang lahir dalam kesenyapan.

Arsitek Perubahan

Jika konsisten, langkah ini bisa menandai berakhirnya dominasi oligarki. Prabowo bukan sekadar pewaris kekuasaan, melainkan arsitek perubahan yang menata ulang peta ekonomi dan politik nasional. Sama seperti Bung Karno yang mengguncang PBB dengan narasi kedaulatan, kini Prabowo meneguhkan arah bangsa menuju masa depan yang lebih berdaulat.

Penutup

Transformasi ini tentu tidak instan. Ia butuh kesabaran dan dukungan publik. Namun arah sudah jelas: negara kembali mengambil kendali, rakyat menjadi pemilik sah kekayaan bangsa. Jika jalan ini terus ditempuh, sejarah akan mencatat: Prabowo bukan hanya prajurit di medan perang, tetapi pemimpin transformasional yang menorehkan babak baru dalam perjalanan republik. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Nasional, Kemenpora, DKI Jakarta
wwwwww