FIG Pantau Pencarian Bakat Libatkan 20 Gymnast
![]() |
| Suasana pencarian bakat gymnast muda di Indonesia Arena. (JAGOC) |
Penulis: Azhari Nasution
Salah satunya agenda pencarian bakat yang berlangsung di sela-sela 53rd Artistic Gymnastics World Championship 2025. Sebanyak 20 atlet, masing-masing putra putri, mengikuti kegiatan tersebut dengan dipantau langsung perwakilan Federasi Gimnastik Internasional (FIG).
Pencarian bakat atlet Men’s Artistic Gymnastics (MAG) dan Women’s Artistic Gymnastics (WAG) dilakukan serentak pada Kamis (23/10), di dua lokasi berbeda. Putri di Indonesia Arena, sedangkan putra di Jakarta International Convention Center (JICC).
“Hari ini kami mengadakan talent scouting, tentu tujuannya untuk melihat potensi atlet-atlet muda kita. Ini kesempatan bagus untuk kami mengadakan talent scouting karena semua expert dari gymnastic ada di Jakarta,” ujar Ita Yuliati di hadapan para wartawan.
“Sebetulnya, waktu itu kami juga dapat ide ini dari Pak Menteri (Erick Thohir) dan Pak Okto (Raja Sapta Oktohari). Akhirnya kami mengadakan talent scouting hari ini. Semoga dari sini kita mendapatkan gymnast potensial,” mantan gymnast nasional itu menambahkan.
Nantinya, Federasi Gimnastik Indonesia akan memilih nama-nama potensial dari daftar 20 atlet putra dan 20 atlet putri tersebut. Sebagaimana arahan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, gimnastik akan jadi salah satu cabang olahraga prioritas untuk dikembangkan.
“Kami sangat berterima kasih kepada FIG, para coach, dan semua yang sudah meluangkan waktu untuk membantu kami. Apakah nanti FIG akan memilih mereka untuk training camp ke luar (negeri), misalnya, atau bagaimana, lihat nanti,” tutur Ita Yuliati.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Komite Teknik WAG FIG, Donatella Sacchi, dan Ketua Komite Teknik MAG FIG, Arthurs Mickevics. Dukungan mereka membuktikan betapa bakat-bakat muda Indonesia mendapat perhatian dari komunitas gimnastik internasional.
“Kami merasa sangat terhormat karena berkesempatan melihat atlet-atlet muda Indonesia. Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap Federasi Gimnastik Indonesia. Bukan tidak mungkin, suatu hari nanti, mereka tampil di Olimpiade 2032 Brisbane,” ujar Donatella.
“Mereka (punya potensi dan) benar-benar siap menjadi gymnast di masa depan, jadi kami juga berbicara dengan pelatih. Saya berharap di masa depan beberapa dari mereka bisa tampil di Olimpiade maupun kejuaraan dunia junior,” ucap Arthurs. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













