Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
20 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
22 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
20 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025

Kaylia Nemour Menulis Sejarah Mewakili Algeria

Kaylia Nemour Menulis Sejarah Mewakili Algeria
Gymnast Algeria Kaylia Nemour. (JAGOC)
Kamis, 23 Oktober 2025 19:09 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Kaylia Nemour, tampil lolos ke tiga kategori final 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025 yang berlangsung di Indonesia Arena Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Gymnast Algeria tersebut lolos ke tiga kategori final yakni all-around, uneven bars, dan balance beam.

Pada uneven bars, gymnast 18 tahun itu bahkan berada di peringkat pertama dengan koleksi 15.533 poin. Ia unggul cukup jauh dari gymnast China Fanyumei (14.566) yang berada di posisi kedua dan Angelina Melnikova di peringkat ketiga.

Uneven bars merupakan spesialisasi Nemour, di mana ia meraih medali emas nomor tersebut pada Olimpiade Paris 2024.

Memulai karier senior sejak berpindah kewarganegaraan dari Prancis ke Aljazair pada 2022, Nemour telah menyabet beragam medali.

Selain emas olimpiade, Nemour juga menyabet perak pada world championships dua tahun lalu di Antwerpen, Belgia.

Dengan rangkaian tinta emas yang telah ditorehkannya, apakah Nemour memikul beban berat pada 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships di Jakarta? Seperti apa perkembangan gimnastik di negaranya?

Berikut wawancara Tim Media LOC bersama Kaylia Nemour:

Bagaimana rasanya menjadi gymnast Afrika pertama yang meraih medali Olimpiade —murni kegembiraan, atau ada tekanan juga?

Ini benar-benar sebuah kebanggaan besar. Saya tidak pernah menyangka suatu hari akan menulis sejarah seperti ini, dan bisa mewakili Algeria di setiap kompetisi. Itu benar-benar sesuatu yang luar biasa bagi saya. Saya ingin melakukannya lagi. Perasaan itu begitu kuat. Apakah saya merasa sedikit tekanan? Ya, tentu saja. Itu pengalaman yang luar biasa dan tidak ada tekanan yang berlebihan. Bagi saya, bisa tampil di kejuaraan seperti ini dan mewakili sebuah negara adalah sesuatu yang benar-benar luar biasa. Jadi, saya sangat bahagia.

Bisakah Anda bercerita sedikit tentang gimnastik di Algeria. Dukungan seperti apa yang Anda terima dari federasi, komunitas, atau para gymnast muda di sana?

Memang benar, sejak Olimpiade, gimnastik di Algeria berkembang pesat. Ada banyak pendaftaran baru, dan hanya karena itu saja saya sudah sangat, sangat bahagia dan bangga. Saya juga mendapat dukungan yang luar biasa dari seluruh masyarakat Algeria.

Apa arti mewakili Algeria bagi Anda, ketika bersaing dengan negara-negara yang memiliki tradisi kuat di gimnastik?

Saya pikir itu sangat baik untuk gimnastik tingkat tinggi, internasional, world cup, olimpiade, dan world championships. Di sana kita bisa melihat banyak negara dengan level berbeda, dan itu memungkinkan level yang lebih kecil untuk mencontoh yang terbaik. Sebaliknya, kita juga bisa melihat gimnastik dengan pendekatan yang lebih santai. Dengan melihat negara lain, kita selalu bisa saling belajar.

Apa kunci kemajuan Anda selama tiga tahun terakhir sejak naik ke level senior?

Tidak ada rahasia. Itu semua soal kerja, latihan, dan keinginan yang kuat. ***

wwwwww