Tuntaskan Penantian Panjang, Donnell Whittenburg Raih Emas Rings
![]() |
| Gymnast Turkiye Adem Asil (kiri), Gymnast AS Donnell Whittenburg (tengah), dan Gymnast China Xingyu Lan (kanan).(JAGOC) |
Penulis: Azhari Nasution
Penantian panjang Whittenburg berakhir di Indonesia Arena Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Jumat (24/10/2025), setelah ia menyabet emas nomor rings.
Gymnast berusia 31 tahun itu mengumpulkan 14.700 poin, unggul dari gymnast Turkiye Adem Asil yang mengumpulkan 14.566, dan gymnast China Xingyu Lan yang mendapat 14.500 poin.
Whittenburg mengaku sangat senang dengan capaian ini, menyebutnya “Ini akan meningkatkan kepercayaan diri saya.”
“Saya tidak bisa lebih bahagia lagi atas pencapaian ini [medali emas],” ujar Whittenburg.
Saat kualifikasi, Whittenburg berada di posisi kedua —di bawah Xingyu Lan— dengan total poin 14.700.
Sejak berpartisipasi dalam world championships, catatan terbaik gymnast kelahiran Baltimore itu hanya perunggu.
Whittenburg mendapatkannya masing-masing pada world championships 2014 untuk tim Amerika Serikat dan nomor vault pada 2015.
Saat ditanya apakah raihan emas ini menahbiskan dirinya ke daftar gymnast terbaik di dunia, Whittenburg menukas, “Ya, tentu saja!”
“Selama bertahun-tahun, saya tahu dimana posisi saya di antara yang terbaik di dunia, dan saya merasa hanya butuh momen untuk benar-benar menunjukkan kepada semua orang apa yang saya mampu lakukan.”
Ia pun berharap raihan medali emas pada 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025 dapat terus berlanjut di turnamen besar selanjutnya. “Goal saya adalah [olimpiade] 2028,” ujarnya.
“Saya akan terus berjuang sekuat mungkin untuk mewujudkan mimpi itu… Apa pun mungkin terjadi selama kita tidak berhenti berusaha.”
Tak berbeda dengan Whittenburg, peraih perak Adem Asil pun senang dengan capainnya.
Pada kualifikasi, Asil berada di posisi keempat, di bawah Xingyu Lan, Donnel Whittenburg, dan Zhang Boheng —menempati peringkat empat saat final.
Saat ditanya kunci keberhasilan meraih perak pada world championships kali ini, Asil menjawab, “Saya hanay berjuang sangat keras.”
“Kali ini, saya jauh lebih siap dari [world championships] Liverpool,” ujarnya.
Sementara peraih perunggu Xingyu Lan mengaku kecewa lantaran ia sempat berada di posisi pertama saat kualifikasi.
“Hari ini, saya agak tegang. Saya tidak terlalu puas dengan penampilan saya,” kata Lan.
“Saya mengharapkan medali emas, ada harapan yang tinggi, jadi ada tekanan besar untuk itu,” tambahnya. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













