Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Youth Games Bahrain 2025

Tambah Medali Perunggu buat Indonesia, Gendis: Alhamdulillah

Tambah Medali Perunggu buat Indonesia, Gendis: Alhamdulillah
Gendis Aulia Syafitri (kanan) meraih medali perunggu Asian Youth Games Bahrain 2025. (NOC Indonesia)
Senin, 27 Oktober 2025 12:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BAHRAIN - Atlet muda Indonesia Gendis Aulia Syafitri tampil mengesankan di nomor Lari 800 meter putri cabang olahraga atletik Asian Youth Games Bahrain 2025.  Tampil di Bahrain National Stadium, Bahrain, Gendis, panggilan karibnya, berhasil memberikan tambahan medali perunggu bagi Kontingen Indonesia.

“Saya sangat senang dan bersyukur. Medali perunggu ini saya persembahkan untuk Tuhan, orang tua yang selalu mendukung, serta pelatih yang sabar membimbing saya meski saya kadang bandel,” ujar Gendis penuh haru.

Perjalanan Gendis menuju podium dimulai dari babak kualifikasi pada 24 Oktober 2025. Turun di heat 1, ia mencatat waktu 2:21.02, finis di posisi ketiga di belakang Naomi Cesar (Filipina) dan Jihye Han (Korea Selatan). Hasil tersebut menempatkannya di urutan kelima keseluruhan dan memastikan tiket ke babak final.

Di babak final, Gendis tampil luar biasa. Sejak tembakan start, ia langsung menempel ketat pelari di depan dan menjaga ritme dengan sangat baik. Dorongan tekad untuk melewati batas dirinya sendiri membuat Gendis berlari lebih cepat dari biasanya.

“Di final saya mencoba mengeluarkan tenaga lebih dari latihan. Alhamdulillah hasilnya sangat baik,” kata Gendis. 

Usaha keras itu berbuah manis. Ia mencatat waktu 2:14.98, atau 5 detik lebih cepat dari personal best sebelumnya. Catatan impresif ini menempatkannya di posisi ketiga, di bawah Jinpin Song (Tiongkok) yang meraih emas dan Naomi Cesar (Filipina) yang meraih perak.

Pelatih Tim Atletik Indonesia, Panji, mengaku bangga dengan pencapaian anak didiknya tersebut. “Penampilan Gendis benar-benar di luar prediksi dan jauh melampaui target yang kami tetapkan. Ini buah dari kerja keras dan dedikasi yang kami bangun bersama,” ujar Gendis.

“Ke depan, tentu masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Kami akan terus evaluasi agar performanya semakin matang,” tambahnya.

Catatan waktu yang sangat baik ini menjadi modal berharga bagi Gendis untuk menatap ajang-ajang berikutnya.

“Rencana ke depan, saya ingin memecahkan rekor nasional karena waktu saya sekarang sudah sangat dekat. Saya juga ingin mempersiapkan diri untuk Asian Youth Championship dan Youth Olympic Games Dakar 2026,” pungkasnya. ***

wwwwww