Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
2
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
3
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
4
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
5
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
6
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Voli

Lantik Ketua dan Anggota Komite BPH Migas, Menteri Bahlil: Jangan Lagi Dibuat Mahal-mahal

Lantik Ketua dan Anggota Komite BPH Migas, Menteri Bahlil: Jangan Lagi Dibuat Mahal-mahal
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat melantik Ketua dan Anggota Komite BPH Migas. (Foto:Esdm.go.id)
Senin, 10 November 2025 21:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi melantik Ketua dan Anggota Komite Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa (BPH Migas) di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (10/11/2025).

Dalam sambutannya, Menteri Bahlil menegaskan bahwa BPH Migas memiliki peranan dalam memastikan kedaulatan energi nasional, terutama terkait pengaturan dan pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta penetapan dan pengelolaan tarif pengangkutan gas melalui pipa (toll fee).

"Saya minta khusus untuk BPH Migas ini mengenai dua hal, menyangkut dengan BBM bersubsidi, kemudian menyangkut dengan tol fee. Kita harus mampu melakukan efisiensi, karena salah satu yang membuat kenapa gas kita mahal adalah terkait dengan tol fee yang mahal," tegas Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil juga meminta kepada BPH Migas untuk melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap struktur biaya-biaya toll fee yang sudah mencapai titik break even point (BEP).

"Setelah hitung kembali yang sudah BEP, jangan lagi dibuat mahal-mahal, itu nanti arahnya semua ke industri tolfee-nya itu. Yang sudah bagus silahkan dijalankan yang belum bagus silahkan diperbaiki," sambungnya.

Dengan tol fee yang rendah, maka industri akan menggeliat, sehingga juga akan meningkatkan investasi di sektor industri yang mengandalkan gas sebagai bahan baku energi dan akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri dan memperkuat ketahanan energi dan hilirisasi nasional.

Lebih lanjut, Menteri Bahlil juga meminta kepada BPH Migas untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan BBM menjelang Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

"Kita harus membuat tim yang baik untuk menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam menuju Natal dan tahun baru, khususnya ketersediaan BBM, kemudian supply BBM terutama daerah-daerah 3T itu harus adil juga sama dengan di daerah-daerah di Jawa," pungkasnya. ***

wwwwww