Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Duel Sesama Indonesia, Empat Atlet Gagal ke Perempat Final Anggar ISG Riyadh 2025

Duel Sesama Indonesia, Empat Atlet Gagal ke Perempat Final Anggar ISG Riyadh 2025
Arval Raziel Ridwan Sundara saat menghadapi rekannya Andi Akbar Luqman. (NOC Indonesia)
Selasa, 18 November 2025 15:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
RIYADH – Hari pertama cabang olahraga anggar Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025 di Boulevard City Riyadh diwarnai duel sesama wakil Indonesia di nomor men’s epee. Empat atlet Merah Putih hanya mampu menembus babak 16 Besar dan gagal ke perempat final. 

Di nomor Men’s Epee, Arval Raziel Ridwan Sundara memulai laga di Pool 2 dengan hasil yang bervariasi. Ia kalah tipis 3-4 dari wakil tuan rumah Jawad Aldawood pada pertandingan pembuka, namun bangkit dengan kemenangan meyakinkan 5-2 atas atlet Kazakhstan Yerlik Sertay dan kemenangan 5-4 atas Saleh Bukhalif dari Qatar.

Arval sempat takluk dari fencer Lebanon Ahmed Alsiheeri, sebelum kembali tampil solid dengan kemenangan 5-1 atas Saad S.N Almadhagi dari Yaman. Ia menutup fase pool dengan kekalahan dari Roman Petrov (Kirgistan), namun tetap memastikan tiket ke babak 32 besar.

“Secara keseluruhan permainan di babak grup tadi cukup bagus, hanya ada beberapa miss kecil yang bikin posisi ranking turun. Karena dua kali miss itu, akhirnya kami saling bertemu. Ranking saya 16 dan dia 17, jadi posisinya berdekatan. Dari hasil ini tetap banyak yang harus diperbaiki,” kata Arval.

Sementara itu, Andi Akbar Luqman yang turun di Pool 4 sempat mengalami awal yang sulit. Ia kalah 2-5 dari atlet Qatar pada laga pertama dan kembali kalah tipis 4-5 dari wakil Iran, Mohammad Esmaeili. Andi bangkit melalui kemenangan beruntun atas Omran Albloushi (UEA) 5-3, Mohamadou Fessal (Kamerun) 4-1, dan atlet tuan rumah Arab Saudi, Khalifah Alomairi 5-2. Tren positif tersebut mengantarkannya lolos ke fase gugur.

Hasil tersebut membuat Andi dan Arval langsung bertemu di babak 32 besar. Dalam duel yang berlangsung intens, Andi berhasil mengatasi Arval dengan skor 15-9, sekaligus memastikan langkahnya ke babak 16 besar. Perjalanan Andi berakhir setelah kalah tipis 13-15 dari wakil Kazakhstan, Vadim Sharlaimov, dalam pertandingan yang berlangsung ketat sejak awal.

Sementara itu, dari sektor putri, nomor women’s Sabre individual, Indah N. Safarin mengawali langkahnya dengan hasil kalah dari Luisa F.H Lara (Uzbekistan) dan Nisanur Erbil (Turki). Ia sempat mencuri peluang saat menghadapi atlet Kamerun Essomba Lorina Dorothee, namun kembali kalah tipis 4-5.

Indah menutup fase pool dengan kemenangan 5-1 atas wakil tuan rumah Ruba Almasri sebelum kalah dari Palina Kaspiarovich (Azerbaijan). Catatan tersebut tetap cukup untuk mengantarnya ke babak 16 besar, di mana ia kembali berhadapan dengan Essomba dan harus menyerah 11-15.

“Sejauh ini kami sudah melakukan yang terbaik. Kami lolos ke empat final, dan memang targetnya adalah memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Kalau dilihat dari skala persaingan di Timur Tengah, mereka memang punya jam terbang lebih banyak dibanding kita untuk pertandingan-pertandingan internasional. Evaluasinya mungkin kami harus menambah jam terbang, terutama melawan lawan-lawan yang lebih kuat,” ucap Alma usai pertandingan.

Rekan setimnya, Alma Fauziah Ismail, juga menghadapi perjalanan berat di fase pool. Ia kalah dari wakil Turki, Uzbekistan, dan Brunei Darussalam, serta mencatat hasil imbang melawan fencer Azerbaijan. Alma menutup pool dengan kekalahan tipis 4-5 dari atlet tuan rumah Talene Alkudmani. Meskipun hasil pool kurang ideal, Alma tetap melaju ke babak 16 besar, namun kembali tumbang dari Alkudmani dengan skor 10-15.

“Kalau sering tanding di luar, pasti dapat lebih banyak masukan dan variasi untuk permainan di lapangan, baik dalam serangan maupun pertahanan,” imbuh Indah.

Di sisi lain, pelatih anggar Tim Indonesia Suparlan mengatakan banyak pelajaran yang bisa diambil dari hasil keempat atletnya di Islamic Solidarity Games 2025 ini. Termasuk bagaimana meningkatkan kecepatan, baru kemudian ketepatan.

“Ini pertama kali anggar ikut di level kejuaraan seperti ini, jadi target realistis kami sebenarnya adalah masuk 16 besar. Sebagai pelatih, saya memang menargetkan itu karena sudah melihat peta kekuatan. Seperti yang banyak orang bilang, kekuatan anggar saat ini memang banyak berada di kawasan Asia Timur. Para juara Olimpiade pun berasal dari sana. Jadi kalau kami bisa mencapai 16 besar, itu sudah jauh lebih baik dibanding hasil kami sebelumnya,” jelas Suparlan.

Tim anggar Indonesia masih akan melanjutkan perjuangannya pada pertandingan berikutnya di cabang anggar ISG 2025. ***

wwwwww