Film Black Coffee: Identitas Lokal di Layar Global
![]() |
| Sutradara Jeremias Nyangoen. (kiri) dalam acara Media Visit di JAFF Market 2025. )Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
Film ini mengangkat kisah pasangan tunanetra asal Gayo—Ceh Onot dan Rabiah—yang diperankan Reza Rahadian dan Sha Ine Febriyanti.
“Kisah Black Coffee mengangkat cinta, kehilangan, dan keberanian untuk bertahan. Saya ingin penonton merasakan keheningan, ruang kosong, dan kekuatan cinta yang tetap hidup meski dalam keterbatasan,” ujar Jeremias di Yogyakarta, Senin (1/12/2025).
Film ini menempatkan penonton dalam perspektif karakter yang tidak melihat, namun merasakan dunia melalui bahasa batin, suara, sentuhan, dan diam yang bermakna.
Lokasi syuting dilakukan di Takengon, Aceh, dan perkebunan kopi Gayo. Tempat tersebut bukan hanya latar visual, tetapi bagian dari karakter film.
Sejumlah aktor lokal seperti Kabri Wali dan Hafidz Al Mukthariza turut dilibatkan untuk memastikan representasi budaya Aceh yang autentik dan penuh hormat.
Black Coffee dijadwalkan menjajaki festival film internasional pada pertengahan 2026 sebelum tayang di jaringan bioskop nasional dan global serta platform digital. ***
| Kategori | : | Hiburan, DI Yogyakarta |













