Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
18 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
18 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Hiburan

Film Black Coffee: Identitas Lokal di Layar Global

Film Black Coffee: Identitas Lokal di Layar Global
Sutradara Jeremias Nyangoen. (kiri) dalam acara Media Visit di JAFF Market 2025. )Ist)
Senin, 01 Desember 2025 23:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
YOGYAKARTA - Sutradara Jeremias Nyangoen mengungkapkan bahwa film Black Coffee telah menyelesaikan syuting dan kini memasuki tahap akhir pascaproduksi.

Film ini mengangkat kisah pasangan tunanetra asal Gayo—Ceh Onot dan Rabiah—yang diperankan Reza Rahadian dan Sha Ine Febriyanti.

“Kisah Black Coffee mengangkat cinta, kehilangan, dan keberanian untuk bertahan. Saya ingin penonton merasakan keheningan, ruang kosong, dan kekuatan cinta yang tetap hidup meski dalam keterbatasan,” ujar Jeremias di Yogyakarta, Senin (1/12/2025).

Film ini menempatkan penonton dalam perspektif karakter yang tidak melihat, namun merasakan dunia melalui bahasa batin, suara, sentuhan, dan diam yang bermakna.

Lokasi syuting dilakukan di Takengon, Aceh, dan perkebunan kopi Gayo. Tempat tersebut bukan hanya latar visual, tetapi bagian dari karakter film.

Sejumlah aktor lokal seperti Kabri Wali dan Hafidz Al Mukthariza turut dilibatkan untuk memastikan representasi budaya Aceh yang autentik dan penuh hormat.

Black Coffee dijadwalkan menjajaki festival film internasional pada pertengahan 2026 sebelum tayang di jaringan bioskop nasional dan global serta platform digital. ***

wwwwww