Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
20 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Hiburan

Film Dowa Juseyo: Horor Psikologis dengan Pesan Sosial

Film Dowa Juseyo: Horor Psikologis dengan Pesan Sosial
Produser Heart Pictures Herty Purba (paling kanan) dalam acara Media Visit di JAFF Market 2025. (Ist)
Selasa, 02 Desember 2025 00:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
YOGYAKARTA - Film kedua, Dowa Juseyo, menjadi langkah Heart Pictures memasuki genre horor psikologis. Executive Producer Herty Purba menjelaskan bahwa film ini menggabungkan elemen investigasi emosional, budaya Korea Selatan, dan isu sosial sensitif.

Film ini berkisah tentang Tania, mahasiswi Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar di Korea Selatan.

Ia terhubung dengan roh Min Yong, korban kekerasan seksual yang meninggal tanpa keadilan.

“Hubungan mereka memicu rangkaian peristiwa supranatural yang memaksa Tania menghadapi pertanyaan: apakah balas dendam dapat menjadi bentuk keadilan?” jelas Herty di Yogyakarta, Senin (1/12/2025).

Disutradarai oleh Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca, film ini mengusung pendekatan visual modern dengan naskah berlapis psikologi karakter.

Proses syuting dilakukan di Busan, menghadirkan perpaduan estetika urban, tradisi, dan ruang spiritual Korea Selatan.

Dalam hal promosi dan distribusi, sebuah rumah produksi ternama resmi bergabung sebagai mitra. Sinemaku Pictures pun menyatakan dukungannya.

“Kami sangat berbahagia mendukung Dowa Juseyo. Pesan film ini selaras dengan visi kami,” ujar Vontian Suwandi, Business Development Sinemaku Pictures, saat ditemui di Booth Heart Pictures, JAFF Market, JEC.

Film ini dijadwalkan tayang 29 Januari 2026. ***

wwwwww