Didi Affandi: Saatnya KONI DKI Berbenah
![]() |
| Pengamat olahraga Didi Affandi. (Ist) |
Rabu, 03 Desember 2025 09:20 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Kegagalan kontingen DKI Jakarta meraih gelar Juara Umum Pekan Olahraga Nasional (PON) dalam tiga edisi terakhir, yakni PON XIX 2016 di Jawa Barat, PON XX 2021 di Papua, dan PON XXI 2024 mengundang keprihatinan mendalam dari Pembina KONI DKI Jakarta, Didi Affandi.
Padahal, kata Didi, DKI Jakarta selama ini dikenal sebagai barometer pembinaan olahraga nasional dengan torehan 11 kali Juara Umum dari 20 pelaksanaan PON sejak pertama kali digelar pada 1948.
"Kegagalan meraih gelar Juara Umum selama tiga kali berturut-turut merupakan kemunduran serius bagi prestasi olahraga Jakarta," kata Didi, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (3/12/2025).
Didi menyebut, kegagalan tersebut tidak terlepas dari kegagalan sistem pembinaan prestasi yang dijalankan oleh pemimpin KONI DKI Jakarta sebagai organisasi yang memiliki tugas utama menyiapkan atlet-atlet untuk ajang PON.
Selain itu, Didi juga mempertanyakan tidak jelas dan terbukanya penggunaan dana Sponsor yang didapat oleh KONI DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Hidayat Humaid.
"Sudahlah, malu Hidayat Humaid, tidak usah maju lagi, sudah gagal total anda, terus pertanggung jawabkan itu penggunaan dana sponsor untuk medali yang nilainya miliaran, harus transparan," tegasnya.
Didi menjelaskan, berdasarkan rekam jejak kepengurusan KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid telah terlibat dalam struktur organisasi KONI DKI selama sekitar 20 tahun, sejak pasca-PON XVI tahun 2004.
Peran aktif Hidayat dalam kepengurusan mulai terlihat ketika mempersiapkan PON XVII, hingga menjabat secara struktural di bidang pembinaan prestasi pada PON XVIII di Pekanbaru, saat DKI Jakarta terakhir kali meraih Juara Umum pada 2012 di bawah kepemimpinan Winny Erwindia dengan dukungan almarhum Kusnan Ismukanto.
"Sayangnya, sejak saat itu, kontingen DKI tercatat telah puasa gelar Juara Umum PON selama lebih dari 13 tahun," bebernya.
Didi menyebut, perjalanan karir yang dinilai mencerminkan kegagalan beruntun Hidayat Humaid. Pada PON XIX 2016 di Jawa Barat, dirinya menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi dan DKI Jakarta gagal mempertahankan gelar Juara Umum.
Kemudian, pada PON XX 2021 di Papua, Hidaya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II KONI DKI yang membidangi pembinaan prestasi sekaligus sebagai Ketua Kontingen (Chief de Mission), namun kembali gagal meraih Juara Umum. Terakhir, pada PON XXI 2024, saat Hidayat menjabat sebagai Ketua Umum KONI DKI, kegagalan kembali terjadi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
"Kegagalan beruntun tersebut sudah cukup menjadi dasar evaluasi serius, baik bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Legislatif, perangkat terkait, anggota KONI DKI, maupun induk cabang olahraga.
"Saya kira tidak elok jika masih ada yang memaksakan Hidayat untuk menjadi Ketua Umum periode berikutnya, meskipun itu boleh. Masa kita harus terus mendukung orang gagal dan kegagalan," ujarnya.
Didi juga mengajak seluruh pemilik suara untuk belajar dari sikap dua mantan Ketua Umum KONI DKI Jakarta sebelumnya, Raja Sapta Ervian dan Laksma Djamhuron P Wibowo yang memilih tidak mencalonkan diri kembali untuk periode kedua setelah gagal memenuhi harapan masyarakat DKI sebagai Juara Umum PON pada masanya.
"Sikap ini dinilai mencerminkan jiwa ksatria dan semangat sportivitas sejati dalam olahraga prestasi. Semoga Hidayat Humaid dapat meneladani sikap para pendahulunya," ucapnya.
Ia meminta agar Legislatif dan Eksekutif DKI Jakarta bersikap realistis dan objektif dalam menyikapi masa depan pembinaan olahraga prestasi. Sehingga, pada momentum lima abad Jakarta tahun 2028, kontingen DKI Jakarta mampu kembali bangkit dan memberikan hadiah terbaik Juara Umum PON XXII.
"Sudah saatnya KONI DKI berbenah, melakukan evaluasi komprehensif untuk prestasi terbaik atlet-atlet Jakarta. Kita perlu Ketua Umum baru KONI DKI Jakarta," pungkas Didi. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













