Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
21 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
15 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
15 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Seminar Nasional Inovasi Keolahragaan, Okto Bicara Peran UNJ

Seminar Nasional Inovasi Keolahragaan, Okto Bicara Peran UNJ
Raja Sapta Oktohari dan Dekan FIKK UNJ Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd., (Foto: UNJ)
Rabu, 03 Desember 2025 22:57 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Seminar Nasional Inovasi Keolahragaan di Gedung Olahraga UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/12/2025).

Seminar dengan tema “Peran Media dan Komunikasi dalam Pengembangan Olahraga Indonesia” ini menjadi ruang dialog lintas perspektif antara akademisi, pengambil kebijakan, hingga pelaku industri olahraga.

Acara ini menghadirkan empat narasumber dari beragam latar belakang, yakni Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Dr. Sowarno, dosen Linguistik Terapan Universitas Gadjah Mada Dr. Sailal Arimi, serta CEO Be More Fumiya Ishikawa.

Hadir pula sekitar 200 mahasiswa S1 dan S2, menjadikan forum ini didominasi kalangan intelektual muda yang tengah menekuni dunia olahraga dan komunikasi.

Dalam sambutannya, Dekan FIKK UNJ Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd., menyampaikan bahwa olahraga kini tidak hanya terletak pada aspek prestasi semata, tetapi juga pada kemampuan membangun komunikasi dan citra publik yang kuat.

“Seminar ini menjadi sarana penting untuk menyadarkan masyarakat akan nilai olahraga, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun potensi prestasi. Sinergi antara FIKK UNJ, KONI, NOC Indonesia, dan media merupakan jembatan strategis dalam membangun masyarakat yang sehat dan berprestasi,” ujarnya.

Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menekankan posisi UNJ sebagai institusi pendidikan yang berperan besar dalam pembinaan olahraga nasional. “UNJ adalah salah satu ujung tombak prestasi olahraga Indonesia. Di era global, diplomasi olahraga dan kemampuan literasi media sangat penting. Bahasa Inggris menjadi kunci untuk memperluas jejaring internasional dan memperkuat posisi Indonesia di berbagai forum olahraga dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Dr. Suwarno S.IP., M.Sc menjelaskan pentingnya kerangka hukum dan sistem pembinaan nasional dalam membangun prestasi olahraga jangka panjang. Ia juga menyoroti peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan capaian, dinamika pembinaan, serta edukasi publik mengenai olahraga prestasi.

Komunikasi, Literasi, dan Implementasi di Lapangan

Dari sisi akademik, Dr. Sailal Arimi menguraikan bagaimana teori komunikasi baik komunikasi massa maupun interpersonal memiliki peranan signifikan dalam dunia olahraga. Menurutnya, komunikasi efektif dapat meningkatkan partisipasi, membangun dukungan publik, hingga memperkuat Brand Value cabang olahraga tertentu.

“Teori komunikasi tidak hanya berhenti pada konsep. Dalam olahraga, ia harus diterapkan dalam strategi publikasi, manajemen pesan, hingga penyusunan narasi yang membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

CEO Be More, Fumiya Ishikawa, memberikan sudut pandang berbeda mengenai budaya olahraga modern. Ia memaparkan bagaimana industri kebugaran, pelatihan pribadi (personal training), dan gym kini berkembang pesat dan menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat urban.

Menurutnya, kemajuan teknologi fitness, kesadaran masyarakat akan kesehatan, dan pendekatan pelatihan yang lebih personal telah mendorong olahraga menjadi kegiatan yang inklusif dan mudah diakses.

“Olahraga bukan lagi sekadar rutinitas atlet. Dengan pendekatan yang tepat, ia menjadi budaya sehat bagi semua kalangan,” katanya.

Luaran Ilmiah dan Aktivitas Akademik

Usai sesi panel, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi artikel ilmiah dari peserta yang telah mendaftarkan karya mereka. Karya terpilih akan dipublikasikan dalam prosiding ber-ISBN, sebagai bentuk kontribusi akademik mahasiswa dan dosen FIKK UNJ terhadap pengembangan ilmu keolahragaan di Indonesia.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Dr. Made Bang Redy Utama, M.Fis., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya seminar, tetapi juga upaya mengintegrasikan penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang olahraga.

Dosen pembimbing, Dr. Zulham, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Saya bangga acara yang diprakarsai oleh dosen muda dan mahasiswa ini dapat menghadirkan narasumber yang kredibel dan relevan di bidangnya. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas generasi sangat mungkin dan produktif,” ujarnya. ***

wwwwww