Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
24 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
2
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
9 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
3
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
10 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
13 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Sakhi, Atlet Junior Panahan DKI Borong Lima Emas di Kejurnas Panahan Antar Club 2025

Sakhi, Atlet Junior Panahan DKI Borong Lima Emas di Kejurnas Panahan Antar Club 2025
Atlet junior cabor Panahan DKI Jakarta Muhammad Sakhi Athaillah. (Ist)
Minggu, 21 Desember 2025 08:03 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
KUDUS- Atlet junior berbakat cabang olahraga (Cabor) Panahan asal DKI Jakarta yang tergabung di DAD Archery Club, Muhammad Sakhi Athaillah berhasil menorehkan prestasi membanggakan di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Antar Club Tahun 2025 di Supper Soccer Arena Kudus, Jawa Tengah yang berlangsung mulai 9-19 Desember 2025. Sakhi berhasil mengukir prestasi dengan raihan lima emas dan satu perak.

Pelajar Junior High School, Budi Cendekia Islamic School yang baru berusia 13 tahun ini mengaku bersyukur berhasil meraih emas di kategori Recurve Putra U15 jarak 40 Meter lewat nomor Kualifikasi Sesi 1 dengan nilai 353, Kualifikasi Sesi 2 dengan nilai 342, Total Kualifikasi dengan nilai 695 Eliminasi Beregu Putra (Man Team), dan Eliminasi Individu. Sementara, medali perak diraih lewat nomor Eliminasi Beregu Campuran (Mix Team).

 
"Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Allah, kedua orang tua, keluarga, pelatih, pihak sekolah dan semua yang sudah mendukung serta mendoakan hingga berhasil meraih prestasi di kompetisi ini. Apalagi, saat juga berhasil meraih Best Score," kata Sakhi, melalui keterangan tertulis, Minggu (21/12/2025).
 
Sakhi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rekan timnya di nomor beregu karena sudah bersama-sama berjuang mempersembahkan yang terbaik.
 
"Untuk Mix Team saya berpasangan denga Sossa Amourra Ariyanto. Sementara, di nomor Man Team saya berjuang bersama rekan saya Muhammad Fatih Al Banna dan Raqilla Irsyam Rosyadi," ucapnya.
 
Sakhi menuturkan, berbagai persiapan sudah dilakukan untuk mengikuti kompetisi tersebut mulai dari berlatih teknik dan fisik agar bisa meraih prestasi terbaik.
 
"Kompetisi ini tentunya sangat penting bagi saya untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding. Semoga ke depan saya ingin bergabung di Tim DKI Jakarta dan menjadi juara di kompetisi panahan, baik yang berskala nasional dan internasional," harapnya.
 
Sementara itu, Pengurus sekaligus pelatih DAD Archery Club, Devi Syah Putra mengaku sangat senang dan bangga dengan prestasi yang berhasil diraih Sakhi dan atlet-atlet dari DAD Archery Club.
 
"Total kami berhasil meraih 14 medali emas, 11 perak, dan 13 perunggu. Perolehan emas kami sama dengan Juara Umum hanya selisih di perak saja," bebernya.
 
Dalam kompetisi tersebut, lanjut Devi, DAD Archery mengikutsertakan sebanyak 38 atlet putra dan 32 atlet putri yang didampingi empat ofisial tim.
 
"Kami sangat mengapresiasi para atlet dan orang tua yang terus memberikan support agar putra-putrinya dapat berprestasi, bertanding dengan penuh motivasi tinggi," ungkapnya.
 
Ia mengingatkan agar atlet yang sudah meraih prestasi untuk tidak cepat berpuas diri. Sementara, bagi yang belum menjadi juara juga tidak boleh menyerah.
 
"Semua harus tetap giat berlatih karena tidak ada prestasi yang diraih secara instan, perlu ketekunan dan kerja keras," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Non Olympic, Jawa Tengah
wwwwww