Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Wanbin GMP Ongen Sangaji Minta Oknum TNI AL Penganiaya Dihukum Berat

Wanbin GMP Ongen Sangaji Minta Oknum TNI AL Penganiaya Dihukum Berat
Korban penganiayaan. (Ist)
Sabtu, 03 Januari 2026 22:20 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Ormas Garda Maningkamu Pelauw (GMP) mendesak agar oknum prajurit TNI Angkatan Laut yang terlibat penganiayaan hingga menewaskan warga di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, diproses hukum secara tegas dan terbuka.

‎Kasus penganiayaan yang terjadi pada Jumat dini hari, 2 Januari 2025 itu menewaskan Ali Tuankotta (24) dan menyebabkan satu korban lain, Dede N (39), mengalami luka berat.

‎
‎Dewan Pembina GMP, Mohamad Ongen Sangaji menilai, peristiwa tersebut sebagai kejahatan serius yang mencederai nilai kemanusiaan sekaligus prinsip negara hukum.
‎
‎"Penganiayaan yang berujung korban tewas sangat tidak berperikemanusiaan," kata Ongen dalam keterangan tertulis, Sabtu, (3/1/2025).
‎
‎Menurut Ongen, kasus ini tidak boleh dipandang sebagai tindak kriminal biasa, melainkan ujian bagi integritas institusi negara.
‎
‎"Ini bukan hanya soal kriminal biasa, tetapi soal integritas institusi negara. GMP mendesak Puspom TNI AL memprosesnya secara tegas dan terbuka," ujarnya. phising
‎
‎Ongen mengimbau, masyarakat khususnya warga Pelauw, agar tetap menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun Polisi Militer TNI AL.
‎
‎Sebelumnya, TNI AL membenarkan keterlibatan seorang oknum prajurit dalam insiden tersebut. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul menyampaikan, terduga pelaku merupakan prajurit berpangkat Sersan Dua berinisial M.
‎
‎"Benar, salah satu terduga pelaku adalah oknum anggota TNI AL atas nama Serda M," ucap Tunggul saat dikonfirmasi. bokep viral
‎
‎TNI AL memastikan Serda M telah diamankan oleh Polisi Militer Kodal III dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif setelah pelimpahan berkas perkara dari Polsek Cimanggis.
‎
‎"TNI AL menyesalkan kejadian ini dan menegaskan proses hukum akan dilakukan secara transparan, profesional, serta dikawal hingga tuntas," tegas Tunggul.
‎
‎Sementara itu, Polres Metro Depok menyatakan pihak keluarga korban telah membuat laporan resmi. Aparat kepolisian kini tengah memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi proses penyelidikan.
‎
‎"Keluarga korban sudah membuat laporan. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi," ungkap Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Olympic
wwwwww