Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
11 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
23 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
22 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
20 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Olympic

Mendaki Medan Terjal, Prajurit Marinir Cari Korban Pesawat Jatuh di Pegunungan Maros

Mendaki Medan Terjal, Prajurit Marinir Cari Korban Pesawat Jatuh di Pegunungan Maros
Prajurit Marinir sedang melakukan pencarian korban pesawat jatuh di Maros. (Dispen Marinir TNI AL)
Selasa, 20 Januari 2026 10:36 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MAROS - Prajurit Petarung Korps Marinir TNI Angkatan Laut dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VI Makassar pada Senin (19/01/2026) melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak dan jatuh di wilayah pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Pesawat dengan rute Yogyakarta–Makassar tersebut terakhir terpantau berada di kawasan pegunungan sebelum komunikasi terputus. Berdasarkan data tersebut, fokus pencarian diarahkan ke sektor darat dengan kontur ekstrem dan akses terbatas.

Menindaklanjuti laporan, prajurit Marinir bergerak cepat menuju area pencarian dengan menyusuri hutan dan mendaki jalur pegunungan terjal. Berbekal perlengkapan SAR serta kemampuan navigasi medan ekstrem, tim melakukan penyisiran intensif untuk menemukan badan pesawat maupun para korban.

Kondisi cuaca yang tidak menentu, jalur licin, serta vegetasi lebat menjadi tantangan utama. Operasi pencarian dan evakuasi ini dilaksanakan secara terpadu bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). ***

wwwwww