Pemprov DKI Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Antisipasi Hujan Ekstrem
![]() |
| Operasi Modifikasi Cuaca BPBD Provinsi DKI Jakarta. (Ist). |
Jum'at, 23 Januari 2026 19:30 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Jumat (23/1/2026). Pelaksanaan hari kedelapan ini dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi sekaligus pengurangan risiko dampak cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
OMC dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma.
Operasi tersebut merupakan hasil kolaborasi BPBD DKI Jakarta dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara.
Sorti pertama dilakukan pada Jumat pagi dengan fokus penyemaian awan di wilayah Bogor. Misi ini bertujuan memecah awan potensial pembentuk hujan agar tidak berkembang dan bergerak menuju wilayah DKI Jakarta.
Penyemaian dilakukan pada ketinggian 7.000 kaki dengan target awan Stratocumulus dan Stratus. Pada sorti ini digunakan bahan semai kalsium oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram.
Kondisi meteorologis menunjukkan arah angin dari barat laut dengan teridentifikasi presipitasi pada sektor 230 derajat sejauh 18 nautical mile. Base awan terpantau di sekitar 2.500 kaki dan top awan berada pada ketinggian 6.000 hingga 7.000 kaki.
Sorti kedua dilaksanakan pada hari yang sama dengan fokus penyemaian awan di wilayah udara Jakarta. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 5.000 hingga 7.000 kaki dengan area semai pada radial 090-360 derajat, berjarak 10-20 nautical mile dari Bandara Halim Perdanakusuma. Bahan semai yang digunakan pada sorti ini juga CaO sebanyak 800 kilogram.
Sementara itu, sorti ketiga difokuskan pada wilayah udara Kabupaten Tangerang dengan ketinggian penerbangan 5.000 hingga 7.000 kaki. Area semai berada pada radial 240–300 derajat dengan jarak 10–20 nautical mile dari Halim Perdanakusuma, menggunakan bahan semai CaO sebanyak 800 kilogram.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, OMC hari kedelapan merupakan bagian dari strategi pengendalian risiko bencana berbasis mitigasi dini.
"Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah antisipatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi potensi dampak curah hujan tinggi dan bencana hidrometeorologi. Seluruh pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara berkelanjutan," ujar Isnawa dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, BPBD DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian terhadap efektivitas OMC serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalkan risiko genangan dan banjir.
Informasi kebencanaan dan layanan kedaruratan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, situs resmi BPBD DKI Jakarta, serta media sosial resmi @bpbddkijakarta. Data genangan dan banjir juga dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi JAKI dan laman pantau banjir Pemprov DKI Jakarta. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













