Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
22 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
23 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
22 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Korporasi

Green Mindset Arief Nasrudin Pondasi Transisi Air Bersih Jakarta Berkelanjutan

Green Mindset Arief Nasrudin Pondasi Transisi Air Bersih Jakarta Berkelanjutan
Dirut PAM Jaya, Arief Nasrudin di acara Green Summit 2026 (kiri) dan Pemerhati Jakarta, SGY (kanan). ( Ist)
Sabtu, 24 Januari 2026 06:51 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Komitmen PAM JAYA dalam mengelola sumber air baku tanpa eksploitasi air tanah mendapat apresiasi dari pemerhati Jakarta sekaligus Ketua Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto (SGY).

Ia menilai, green mindset yang diusung Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin merupakan langkah strategis dan visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih di Jakarta.

 
"Kombinasi green mindset, penguatan infrastruktur, dan transformasi digital membuat PAM JAYA berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan layanan air bersih yang berkelanjutan, adil, dan berkualitas bagi seluruh warga Jakarta," kata SGY, Sabtu (24/1/2026).
 
Menurutnya, keputusan PAM JAYA yang mengandalkan Waduk Jatiluhur dan 13 sungai di Jakarta sebagai sumber air baku utama, tanpa melakukan pengeboran air tanah, menunjukkan keberpihakan nyata terhadap kelestarian lingkungan.
 
"Ini adalah bukti bahwa PAM JAYA tidak hanya berpikir soal pelayanan hari ini, tetapi juga tentang masa depan lingkungan Jakarta. Tidak mengeksploitasi air tanah berarti ikut mencegah penurunan muka tanah dan kerusakan ekosistem," ucapnya.
 
SGY menjelaskan, kebijakan tersebut sangat relevan dengan kondisi Jakarta yang selama ini menghadapi persoalan penurunan permukaan tanah akibat penggunaan air tanah berlebihan. Untuk itu, pendekatan green mindset Arief Nasrudin dinilai sejalan dengan kebutuhan mendesak Jakarta untuk bertransformasi menuju kota yang lebih ramah lingkungan.
 
"Waduk Jatiluhur adalah sumber utama air baku PAM JAYA. Maka sudah logis jika PAM JAYA juga harus peduli terhadap kelestarian kawasan hulu, termasuk daerah aliran sungai yang terhubung dengan Waduk Cirata dan Saguling. Ini bukan hanya tanggung jawab teknis, tapi tanggung jawab moral terhadap lingkungan," terangnya.
 
SGY juga menyoroti peran aktif PAM JAYA dalam menjaga kualitas lingkungan 13 aliran sungai di Jakarta. Langkah tersebut memperkuat konsep Green Mind PAM JAYA yang tidak hanya berfokus pada distribusi air, tetapi juga pada keberlanjutan sumber daya alam.
 
"Green mindset Arief Nasrudin adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Green Mind PAM JAYA. Ini adalah model kepemimpinan BUMD yang patut diapresiasi dan dijadikan contoh oleh perusahaan daerah lainnya," tegasnya.
 
Pandangan green mindset ini juga dinilai relevan dengan semangat Metro TV Green Summit 2026 yang mengusung tema “Accelerating Indonesia’s Green Transition”. SGY melihat kehadiran Arief Nasrudin dalam forum tersebut sebagai sinyal kuat bahwa PAM JAYA ingin menempatkan isu lingkungan sebagai fondasi utama pengelolaan air bersih di Jakarta.
 
Selain aspek lingkungan, SGY turut mengapresiasi kinerja PAM JAYA dalam meningkatkan cakupan layanan air bersih. Ia menyebut pencapaian penambahan sekitar 206.537 sambungan rumah sepanjang 2025, hingga cakupan layanan mencapai 80,24 persen, merupakan prestasi yang signifikan.
 
"Capaian ini menjadi fondasi penting untuk menuju target layanan 100 persen pada 2029. Meski tantangan infrastruktur masih besar, arah kebijakannya sudah benar dan konsisten," bebernya.
 
SGY memberi respons positif langkah PAM JAYA dalam melakukan transformasi digital melalui sistem ERP Fusion dan layanan AI call center. Menurutnya, inovasi ini menunjukkan bahwa PAM JAYA tidak hanya berbenah dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi pelayanan publik.
 
"Modernisasi sistem pelayanan akan membuat PAM JAYA semakin responsif, transparan, dan akuntabel. Ini penting agar kepercayaan publik terus meningkat," ujarnya.
 
SGY menegaskan, dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo terhadap program PAM JAYA menjadi faktor penting keberhasilan target layanan 100 persen.
 
"Ketika kepala daerah memberi perhatian serius, maka BUMD seperti PAM JAYA akan memiliki energi ekstra untuk bekerja lebih cepat dan lebih terarah," pungkasnya. ***
 

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Korporasi, DKI Jakarta
wwwwww