Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
23 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
24 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
24 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
5
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  KONI

Isu Gratifikasi, Menkeu Purbaya Cium Aroma Sabotase Jabatan

Isu Gratifikasi, Menkeu Purbaya Cium Aroma Sabotase Jabatan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Kamis, 19 Februari 2026 06:11 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mencurigai adanya motif persaingan di balik ramainya isu gratifikasi yang menyeret pejabat Kementerian Keuangan berinisial RLM. Ia menduga kabar miring tersebut sengaja dimainkan oleh pihak-pihak yang ingin menjegal rencana promosi RLM ke jajaran manajemen.

Kecurigaan ini disampaikan Purbaya saat menanggapi laporan dugaan penerimaan mobil mewah yang kini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ini ada beberapa kalangan sengaja mengembus-embuskan karena pejabat itu akan saya tarik ke dalam manajemen Kemenkeu, tetapi sepertinya ada yang enggak setuju. Kita akan lihat case-nya seperti apa," tegas Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (18/2/2026).

Meski mengendus adanya upaya penjegalan karir, Bendahara Negara ini berjanji tidak akan menutup mata jika dugaan korupsi itu terbukti. Ia memastikan akan menghubungi KPK secara langsung untuk memverifikasi kebenaran laporan tersebut agar penanganan kasus berjalan adil.

"Nanti saya telepon, diskusi dengan KPK. Kami akan lihat pejabat secara fair. Betul enggak seperti itu (menerima gratifikasi)," imbuhnya.

Polemik ini bermula dari laporan masyarakat yang menyebut RLM menerima gratifikasi berupa satu unit mobil Alphard dari pihak swasta. Laporan tersebut masuk ke lembaga antirasuah pada Sabtu (14/2/2026).

Menanggapi laporan itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan pihaknya sedang bekerja memvalidasi data yang masuk.

"Kami memastikan setiap aduan akan ditindaklanjuti dengan memverifikasi validitas informasi dan data yang disampaikan," jelasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Olympic, KONI, DKI Jakarta
wwwwww