Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
23 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
24 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
24 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
5
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Ruas Jalan Grogol Lumpuh Akibat Imbas Pembangunan, Warga Keluhkan Kontainer Bebas Melintas

Ruas Jalan Grogol Lumpuh Akibat Imbas Pembangunan, Warga Keluhkan Kontainer Bebas Melintas
Ilustrasi kemacetan yang semakin menggila di kawasan Latumenten, Jakarta Barat. (Foto: Generator AI/inilah.com).
Selasa, 24 Februari 2026 08:15 WIB

JAKARTA - Kemacetan parah kini menjadi pemandangan sehari-hari di Jalan Latumenten, Grogol, Jakarta Barat. Proyek pembangunan jalan layang atau flyover yang dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas akibat perlintasan kereta api justru memicu antrean panjang kendaraan akibat penyempitan ruas jalan.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Hardiyanto Kenneth, turun langsung meninjau lokasi tersebut, Senin (23/2/2026). Ia menyoroti kondisi jalan yang semula memiliki tiga lajur kini hanya menyisakan satu lajur aktif, sehingga menyulitkan mobilitas warga terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.

"Banyak warga komplain ke saya. Proses pembangunan ini bikin macet luar biasa karena ada penyempitan jalan," kata Kenneth.

Selain penyempitan ruang gerak kendaraan, keberadaan angkutan umum JakLingko yang berhenti tepat setelah perlintasan kereta dinilai memperburuk situasi. Di sisi lain, kendaraan bermuatan raksasa seperti truk kontainer dan bus masih bebas melintasi jalur yang sudah sangat terbatas tersebut.

"Angkot berhenti persis setelah perlintasan kereta. Ini memperparah kemacetan. Harusnya titik berhenti digeser sedikit ke depan setelah posisi bottleneck, supaya arus kendaraan tetap bergerak," urainya.

Merespons karut-marut arus lalu lintas tersebut, ia mendesak instansi terkait untuk segera mencari jalan keluar yang nyata. Pembangunan infrastruktur dinilai tidak boleh mengorbankan kenyamanan masyarakat setiap harinya.

"Truk kontainer dan bus besar masih lewat sini. Dengan kondisi tinggal satu lajur, ini jelas tidak ideal. Saya minta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera cari solusi konkret," tegasnya.

Kenneth menyatakan dukungannya terhadap proyek sepanjang 380 meter yang nantinya direncanakan khusus untuk kendaraan umum tersebut. Namun, ia meminta pengaturan di lapangan diperketat agar tidak menimbulkan penderitaan baru bagi para pengguna jalan.

"Kalau bisa diantisipasi sekarang, kenapa harus tunggu makin parah? Saya akan terus kawal proyek ini sampai benar-benar memberi manfaat bagi warga, bukan malah menambah beban di jalan," paparnya.

Menanggapi desakan dari legislatif, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, mengklaim pihaknya telah mengimbau pengendara untuk mencari jalur alternatif. Terkait pembatasan laju kendaraan berat, keputusan akhirnya masih menunggu kebijakan dari kementerian terkait.

"Kami akan koordinasi dengan pengusaha angkutan wilayah barat. Pemprov juga sudah bersurat ke pusat. Nanti akan kami update," jelas Ujang.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww