Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
24 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Nasional

​Pesan Menteri Mukhtarudin untuk Pekerja Migran: Hindari Gaya Hidup Konsumtif

​Pesan Menteri Mukhtarudin untuk Pekerja Migran: Hindari Gaya Hidup Konsumtif
Menteri P2MI saat berbicara pada acara Pembukaan OPP CPMI Skema Pemerintah (G to G) Korea Selatan. (Ist)
Selasa, 31 Maret 2026 20:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
DEPOK - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, memberikan sambutan motivasi dalam Pembukaan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Skema Pemerintah (G to G) Korea Selatan.

Acara tersebut berlangsung di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Sawangan, Depok, jAWA Barat, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 332 peserta yang berasal dari 12 provinsi di seluruh Indonesia. Dalam arahannya, Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa OPP bukan sekadar formalitas, melainkan bekal krusial untuk memastikan pelindungan menyeluruh, mulai dari sebelum berangkat, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air.

"Hari ini adalah momen penting. Tidak semua pendaftar mampu mencapai tahap ini. Saya mengapresiasi ketekunan dan kerja keras saudara-saudara sekalian," ujar Mukhtarudin di hadapan para calon Pekerja migran.

Tingkatkan Daya Saing di Pasar Global

Menteri Mukhtarudin memaparkan bahwa persaingan di pasar kerja Korea Selatan sangat ketat. Saat ini, Indonesia bersaing dengan 17 negara pengirim lainnya. Berdasarkan data tahun 2025, Indonesia berada di peringkat ke-4 setelah Nepal, Kamboja, dan Vietnam.

Oleh karena itu, Menteri Mukhtarudin meminta para pekerja untuk menunjukkan etos kerja yang tinggi guna menjaga citra bangsa. "Bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Kinerja Saudara mencerminkan citra pekerja Indonesia di mata dunia. Patuhi aturan setempat dan hindari tindakan ilegal atau kabur, karena itu sangat berisiko," imbuh Mukhtarudin.

Menteri juga mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa Korea sebagai kunci keselamatan dan komunikasi di tempat kerja, serta adaptasi terhadap budaya kerja Korea yang dikenal disiplin dan cepat.

Pesan Khusus: Literasi Keuangan dan Pendidikan

Selain aspek teknis pekerjaan, Menteri P2MI menitipkan pesan khusus terkait manajemen keuangan dan kewaspadaan digital.

Mukhtarudin meminta para pekerja migran bijak mengelola pendapatan dan menjauhi gaya hidup konsumtif. "Kelola pendapatan dengan bijak. Jauhi hal-hal yang merugikan seperti judi online, penipuan digital, phishing, maupun berbagai bentuk scam lainnya," beber Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perlindungan menyeluruh merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Perlindungan negara harus hadir dalam tiga fase utama, sebelum berangkat, selama bekerja di negara penempatan, hingga purna atau saat kembali ke tanah air. Ini adalah komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas perlindungan bagi seluruh pekerja migran kita," ujar Menteri Mukhtarudin.

Sinergi Pendidikan Vokasi dan Pekerja Migran

Menteri Mukhtarudin juga mengapresiasi kerja sama yang erat dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

Menurutnya, kolaborasi ini sangat vital untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.

"Ke depan, program vokasi akan terus kita perkuat. Kita perlu menyiapkan SDM yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan migran di berbagai negara," ujar Mukhtarudin.

Adapun rincian sebanyak 332 peserta yang berasal dari 12 provinsi di Indonesia mengikuti OPP kali ini mayoritas peserta akan mengisi sektor manufaktur sebanyak 298 orang. Sementara sektor perikanan atau fishing 7 orang.

Menteri mengingatkan para peserta bahwa mereka adalah orang-orang terpilih yang telah melalui proses seleksi yang ketat dan tidak mudah.

Menutup arahannya, Menteri Mukhtarudin meminta para peserta untuk memanfaatkan masa orientasi selama lima hari ini dengan sebaik-baiknya.

Menteri Mukhtatudin berpesan agar para pekerja tetap menjaga integritas dan membawa nama baik bangsa selama bekerja di Korea Selatan.

"Kalian adalah orang-orang yang beruntung dan tangguh karena telah sampai di titik ini. Perjuangan kalian tidak ringan, maka manfaatkan kesempatan ini untuk membekali diri sebelum resmi bekerja di Korea Selatan nanti," pesan Menteri P2MI Mukhtarudin.

Pemerintahan Prabowo saat ini juga mendorong para pekerja untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Melalui sinergi dengan Universitas Terbuka, pekerja migran berkesempatan meraih gelar sarjana sembari bekerja.

Selain itu, tersedia program Kejar Paket C hasil kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Harapannya, pengalaman dan keterampilan yang didapat di luar negeri menjadi modal berharga (brain gain) saat kembali ke Indonesia, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," pungkasnya. ***

wwwwww