Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
21 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
15 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
15 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
15 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Korporasi

Wamenkop Apresiasi Laba Koperasi Astra Naik Meski Jumlah Anggota Menyusut

Wamenkop Apresiasi Laba Koperasi Astra Naik Meski Jumlah Anggota Menyusut
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah.
Jum'at, 10 April 2026 19:58 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Koperasi Astra mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan laba dan aset, meskipun menghadapi tantangan berupa penurunan jumlah anggota dan efisiensi sumber daya manusia.

Kondisi tersebut menunjukkan strategi penguatan layanan dan program tetap mampu menjaga kinerja keuangan koperasi di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi.

‎
‎Hal tersebut terungkap dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2026 bertema "Penguatan Program dan Layanan untuk Kesejahteraan Anggota" yang digelar di Gedung Koperasi Astra, Jakarta Pusat.
‎
‎Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah mengapresiasi, kinerja Koperasi Astra yang tetap mampu meningkatkan pendapatan dan aset meski terjadi penyesuaian jumlah anggota maupun sumber daya organisasi.
‎
‎"Alhamdulillah Koperasi Astra masih ada keuntungan. Keuntungan pada tahun 2025 tumbuh sekitar 9,32 persen. Ini menunjukkan koperasi tetap sehat meskipun kondisi ekonomi belum pulih total dari masa pandemi," ujar Farida dalam sambutannya.
‎
‎Berdasarkan laporan kinerja, aset Koperasi Astra tercatat meningkat hingga sekitar Rp1,7 triliun. Sementara laba atau sisa hasil usaha (SHU) juga mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi indikator bahwa efisiensi operasional, termasuk pengurangan jumlah pekerja atau anggota aktif, tidak mengganggu kinerja keuangan koperasi.
‎
‎Farida menilai, kondisi tersebut mencerminkan adanya peningkatan produktivitas dan efektivitas layanan koperasi. Namun, ia mengingatkan bahwa pengurangan jumlah anggota atau tenaga kerja tetap harus menjadi perhatian serius karena kekuatan utama koperasi terletak pada partisipasi anggotanya.
‎
‎"Tadi disampaikan adanya penurunan anggota sekitar 4,08 persen. Ini harus menjadi warning. Asetnya naik, pelayanannya naik, tetapi anggotanya justru berkurang. Kekuatan koperasi itu ada pada jumlah anggotanya," tegasnya.
‎
‎Ia menuturkan, efisiensi organisasi memang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan usaha, tetapi koperasi tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata. Fokus utama tetap pada peningkatan kesejahteraan anggota melalui layanan yang lebih baik.
‎
‎Menurut Farida, keberhasilan Koperasi Astra mempertahankan profitabilitas di tengah penyesuaian jumlah pekerja menunjukkan bahwa transformasi layanan dan penguatan program menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja usaha koperasi modern.
‎
‎"Koperasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi orientasi utamanya adalah kesejahteraan anggota. Kalau kesejahteraan anggota meningkat, itu adalah keberhasilan utama koperasi," katanya.
‎
‎Selain mencatat pertumbuhan keuangan, Koperasi Astra juga terus menjalankan berbagai program sosial dan layanan bagi anggota, seperti beasiswa pendidikan bagi keluarga anggota, program pinjaman dengan bunga ringan, serta pembiayaan usaha produktif.
‎
‎Farida menekankan, pentingnya kolaborasi antar koperasi untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing, termasuk dengan koperasi desa yang saat ini tengah dikembangkan pemerintah.
‎
‎Saat ini, Kementerian Koperasi mencatat terdapat sekitar 131 ribu koperasi aktif di Indonesia, serta tambahan sekitar 83 ribu koperasi desa yang sedang dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas.
‎
‎Dengan usia yang telah mencapai 36 tahun, Koperasi Astra dinilai mampu menunjukkan ketahanan organisasi melalui efisiensi operasional, peningkatan layanan, serta pengelolaan keuangan yang sehat, meskipun jumlah pekerja atau anggota mengalami penurunan.
‎
‎Farida berharap momentum RAT tidak hanya menjadi agenda formal tahunan, tetapi menjadi ruang evaluasi strategis untuk memastikan koperasi tetap tumbuh berkelanjutan.
‎
‎"Rapat anggota ini bukan sekadar seremoni, tetapi ruang evaluasi dan perencanaan agar koperasi terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Korporasi
wwwwww