Perkuat Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi Jakarta, Pemprov DKI Selenggarakan BUMD Leaders Forum
![]() |
| Acara BUMD Leaders Forum 26 "Synergy For Resilience" Memperkokoh Peran BUMD Sebagai Pilar Ekonomi Dalam Ekosistem Jakarta Global City. (Ist). |
Jum'at, 17 April 2026 21:12 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pilar utama perekonomian daerah melalui kolaborasi bisnis, penguatan investasi, dan optimalisasi aset strategis.
Upaya tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan BUMD Leaders Forum yang menjadi wadah konsolidasi dan sinergi antarperusahaan daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Forum yang diinisiasi Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Jakarta itu digelar di Jakarta pada Jumat (17/4/2026), dan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran pejabat terkait, termasuk Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat.
Kegiatan tersebut mempertemukan komisaris dan direksi seluruh BUMD untuk menyamakan visi dalam memperkuat ketahanan ekonomi Jakarta sebagai kota global.
Gubernur Pram menegaskan, BUMD memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah dinamika geopolitik global dan potensi dampak perubahan iklim seperti ancaman El Nino. Ia mendorong seluruh BUMD melakukan konsolidasi dan memperkuat budaya perusahaan yang profesional agar mampu beradaptasi dengan tantangan tersebut.
"Saya mengharapkan agar dalam satu tahun ke depan BUMD melakukan konsolidasi. Banyak BUMD Jakarta yang sekarang ini sudah tidak lagi menjadi pemain lokal dan saya yakin akan bisa memberikan banyak manfaat bagi Jakarta," ujar Pram.
Menurutnya, penguatan peran BUMD tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan tata kelola yang transparan dan profesional, BUMD diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat menjelaskan, forum tersebut difokuskan pada penguatan daya saing perusahaan daerah, peningkatan kesehatan keuangan, serta kapasitas pembiayaan pembangunan Jakarta. Ia menegaskan, sinergi antar-BUMD menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan global.
Dalam forum tersebut, terdapat tiga topik utama yang menjadi perhatian. Pertama, akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui skema pembiayaan kreatif dan sinergi antar-BUMD. Hingga Triwulan I 2026, fasilitas kredit dari Bank Jakarta telah ditandatangani untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang.
Topik kedua berkaitan dengan optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis melalui sinergi penjaminan proyek strategis. Dalam hal ini, PT Jamkrida Jakarta berperan dalam menjamin proyek BUMD serta mendukung penjaminan kredit perbankan guna memperkuat ekspansi usaha perusahaan daerah.
Adapun topik ketiga menitikberatkan pada peningkatan produktivitas aset strategis sebagai sumber investasi dan pendapatan baru. Pengembangan aset tersebut mencakup sektor properti seperti hotel dan hunian terpadu (mix-used), fasilitas park and ride, serta infrastruktur layanan publik seperti pengolahan air limbah dan distribusi pangan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendorong transformasi BUMD menjadi institusi yang tangguh, profesional, dan berdaya saing tinggi.
"Melalui komitmen kolaborasi ini, kami berharap BUMD dapat bertransformasi menjadi institusi yang tangguh, profesional, serta berperan aktif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Syaefuloh. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, Ekonomi, DKI Jakarta |













