Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Komisi V DPR Minta Pemerintah Tuntaskan Darurat Perlintasan Sebidang Kereta Api

Komisi V DPR Minta Pemerintah Tuntaskan Darurat Perlintasan Sebidang Kereta Api
Kecelakaan KA di Bekasi Timur. (Dok. Kereta Kita)
Selasa, 28 April 2026 14:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyampaikan prihatin sekaligus duka cita yang mendalam atas jatuhnya 14 korban jiwa dan 84 luka-luka akibat kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat.

Ketua Komisi V DPR, Lasarus menyampaikan, duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kereta api tersebut. Dalam kesempatan itu, Lasarus meminta agar seluruh petugas evakuasi yang sedang bekerja di lapangan dapat memastikan penanganan korban dengan baik.

“Selaku pimpinan Komisi V DPR menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan tersebut. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan. Dan kepada petugas di lapangan untuk memastikan dan memprioritaskan penanganan korban agar mendapatkan penanganan dengan baik dan maksimal,” kata Lasarus, kepada wartawan, Jakarta, Selasa (28/4).

Atas insiden tersebut, Lasarus mendesak pemerintah segera menuntaskan ribuan darurat perlintasan sebidang di jalur kereta api di Indonesia. Sebab, perlintasan sebidang tersebut sering kali menjadi penyebab terjadinya kecelakaan kereta api.

Menurutnya, Komisi V DPR sudah bertahun-tahun mengingatkan pemerintah melalui Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyelesaikan darurat perlintasan sebidang di Indonesia. Hingga saat ini tercatat ada ribuan perlintasan sebidang yang tidak tertangani dengan baik.

“Kita minta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan darurat perlintasan sebidang di Indonesia. Komisi V DPR sudah bertahun-tahun meminta kepada KAI untuk menyelesaikan jalur perlintasan sebidang, tapi hingga saat ini darurat perlintasan sebidang tersebut tidak tertangani dengan baik. Coba kita cek data sampai saat ini ada ribuan perlintasan sebidang di Indonesia yang tidak tertangani,” tegas Lasarus.

Lasarus menegaskan, jika darurat perlintasan sebidang tersebut tidak segera diselesaikan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan kecelakaan kereta api akan terus terjadi di Indonesia. Ia mengingatkan, jalur kereta api seharusnya bebas dan steril dari segala hambatan.

“Makanya di seluruh dunia ini jalur kereta api itu clear and clean, kecuali di Indonesia. Oleh sebab itu jika darurat perlintasan sebidang tidak tertangani dengan baik, maka ada ribuan kemungkinan kecelakaan akan kembali terjadi,” tegas Lasarus.

Berdasarkan data KAI, jumlah perlintasan sebidang pada 2024, tercatat sebanyak 3.896 perlintasan sebidang, yang terdiri atas 2.803 perlintasan terdaftar dan 1.093 perlintasan tidak terdaftar. Dari jumlah tersebut, 1.832 perlintasan telah dijaga, sementara 971 perlintasan belum dijaga.

Memasuki 2025, jumlah perlintasan sebidang menurun menjadi 3.703 titik, yang mencakup 2.776 perlintasan terdaftar dan 927 perlintasan tidak terdaftar.

Desember 2025 Pada periode yang sama, perlintasan yang telah dijaga sebanyak 1.864 titik, sedangkan perlintasan yang tidak dijaga berkurang menjadi 912 titik.

Diketahui, terjadi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. Akibat insiden tersebut, sebanyak tujuh orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya masih menjalani perawatan intensif.

"Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).

Sebagai informasi, peristiwa ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di pelintasan kereta. Setelah rangkaian tersebut berhasil dievakuasi, insiden lanjutan terjadi.

Kecelakaan kedua terjadi saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin (27/4/2026) malam. ***

wwwwww