Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Hiburan

Dokumenter “The Longest Wait” Angkat Sisi Emosional Timnas di Balik Target Piala Dunia 2026

Dokumenter “The Longest Wait” Angkat Sisi Emosional Timnas di Balik Target Piala Dunia 2026
film dokumenter berjudul The Longest Wait. (Ist)
Kamis, 30 April 2026 12:42 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Perjalanan Tim Nasional (Timnas) sepakbola Indonesia menuju Piala Dunia 2026 akan diangkat dari sudut pandang berbeda melalui film dokumenter berjudul The Longest Wait.

Alih-alih sekadar menyoroti pertandingan di lapangan, film ini justru menempatkan tekanan mental, dinamika internal tim, hingga sisi emosional para pemain sebagai fokus utama cerita. Penayangan perdana dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026.

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures. Fremantle sendiri dikenal sebagai rumah produksi global dengan rekam jejak internasional, termasuk melalui film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee & Jessica Wongso.

Dalam peluncuran di XXI Plaza Senayan, Rabu (29/4/2026), Executive Producer Donovan Chan menegaskan bahwa film ini tidak diposisikan sebagai tontonan olahraga biasa.

“Sejak awal, kami memperlakukan kisah ini lebih dari sekadar cerita sepak bola. Ini tentang perjuangan bangsa yang telah lama menunggu,” ujarnya.

Senada, Managing Director Fremantle Indonesia sekaligus Executive Producer Sakti Parantean menilai narasi film ini merepresentasikan pengalaman kolektif masyarakat Indonesia, baik di stadion maupun di rumah.

Sementara itu, bek Timnas Indonesia Shayne Pattynama mengungkapkan bahwa proses produksi dilakukan secara natural tanpa banyak intervensi, guna menjaga keaslian emosi para pemain.

“Di dalam dokumenter Anda akan melihat dengan tepat bagaimana perasaan kami di ruang ganti, tekanannya, sampai momen kami bercanda satu sama lain,” kata Shayne.

Film ini juga menampilkan interaksi antar pemain di luar sorotan publik, termasuk momen kebersamaan hingga ketegangan menjelang pertandingan penting.

Pendekatan tersebut diharapkan memberi gambaran utuh tentang realitas yang dihadapi para pemain di tengah ekspektasi besar suporter.

Melalui sudut pandang tersebut, The Longest Wait tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan tim nasional, tetapi juga potret tentang harapan panjang publik Indonesia terhadap mimpi tampil di panggung sepak bola dunia. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, DKI Jakarta
wwwwww