Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Voli

Imigrasi Turun Gunung di RSCM, Kawal Pembuatan Paspor Pasien Sakit Demi Pengobatan ke India

Imigrasi Turun Gunung di RSCM, Kawal Pembuatan Paspor Pasien Sakit Demi Pengobatan ke India
Petugas Imigrasi memotret pasien di RSCM untuk pembuatan paspor. (Ist)
Rabu, 13 Mei 2026 18:34 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Dalam misi kemanusiaan yang menggambarkan wajah pelayanan publik modern, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur melakukan layanan jemput bola di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk membantu proses pembuatan paspor seorang ibu dan anak yang tengah menjalani perawatan medis belum lama ini.

Petugas Imigrasi hadir langsung di ruang perawatan rumah sakit untuk melaksanakan wawancara dan pengambilan foto paspor, demi memastikan proses administrasi tidak menghambat penanganan medis sang anak yang dijadwalkan menjalani pengobatan lanjutan ke India.

Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus komitmen Imigrasi dalam memberikan layanan prima bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, menegaskan bahwa pelayanan jemput bola bukan sekadar prosedur tambahan, tetapi merupakan mandat moral negara kepada warganya.

“Ketika masyarakat sedang berada dalam situasi genting, negara harus hadir lebih cepat daripada masalahnya. Layanan jemput bola ini adalah bentuk nyata komitmen kami untuk memastikan hak dan kebutuhan mendesak warga tetap terpenuhi, termasuk dalam kondisi sakit,” ujar Pungki kepada wartawan, Rabu (13/5).

Ia menambahkan bahwa setiap permohonan yang memerlukan penanganan khusus akan diprioritaskan, terutama bila menyangkut keselamatan dan kebutuhan medis.

“Kami tidak ingin prosedur administrasi menjadi hambatan bagi pasien yang harus segera berobat ke luar negeri. Petugas kami siap turun langsung ke lapangan, rumah sakit, atau lokasi mana pun ketika kondisi pemohon tidak memungkinkan datang ke kantor,” tambahnya.

Kehadiran petugas Imigrasi di rumah sakit turut mendapat apresiasi keluarga pasien yang merasa terbantu oleh proses yang lebih cepat, mudah, dan empatik.

Pelayanan Humanis Jadi Standar Baru Aparatur Imigrasi
Kegiatan ini mempertegas transformasi layanan Imigrasi yang kini tidak hanya mengandalkan inovasi digital, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis, responsif, dan proaktif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan layanan jemput bola seperti ini, Imigrasi Jakarta Timur membuktikan bahwa pelayanan publik dapat menjadi lebih berempati, adaptif, dan berorientasi pada kemanusiaan sejalan dengan semangat reformasi birokrasi. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Nasional, Voli, DKI Jakarta
wwwwww