Tekan Zero HALINAR, Lapas Narkotika Jakarta ‘Kunci’ Ruang Gerak Narkoba dan Ponsel
![]() |
| Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Dr. Syarpani saat memberikan pengarahan. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Pada Selasa (19/5/2026), lapangan hijau di dalam lembaga pemasyarakatan itu menjadi saksi gelaran sosialisasi besar-besaran mengenai Wartelsus, sekaligus penguatan kebijakan Zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) kepada seluruh warga binaan.
Dalam kegiatan yang dihadiri pejabat struktural, jajaran pegawai, hingga ratusan warga binaan tersebut, Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Dr. Syarpani, tampil memberikan pengarahan langsung.
Suasananya tegas, jelas, namun tetap humanis menggambarkan langkah serius lapas dalam memutus semua ruang gerak penyalahgunaan narkoba dan aktivitas ilegal dari balik tembok penjara.
Di hadapan warga binaan, Dr. Syarpani menekankan bahwa komitmen Zero HALINAR bukan sekadar slogan. Kebijakan itu adalah garis tegas untuk menciptakan lapas yang aman, tertib, dan bersih dari segala bentuk pelanggaran.
“Kami terus berkomitmen mewujudkan Lapas Narkotika Jakarta yang bebas HALINAR. Warga binaan wajib mematuhi aturan dan memanfaatkan fasilitas resmi, yaitu Wartelsus. Tidak boleh ada lagi penyalahgunaan handphone, narkoba, atau tindakan penipuan,” ujar Syarpani di kantornya.
Ia juga menyampaikan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak sesuai regulasi, tanpa kompromi, termasuk bagi pihak yang mencoba memanfaatkan celah komunikasi ilegal untuk kepentingan kriminal.
Usai pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi teknis penggunaan Wartelsus layanan telekomunikasi yang disiapkan secara resmi, terpantau, dan aman.
Warga binaan diberikan pemahaman tentang mekanisme penggunaan, jam layanan, serta urgensi mematuhi seluruh ketentuan.
Pembekalan ini sekaligus menjadi langkah preventif agar warga binaan tidak tergoda kembali menggunakan jalur komunikasi ilegal yang berpotensi melahirkan kejahatan seperti penipuan daring.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Jakarta memastikan upaya pemberantasan narkoba, ponsel ilegal, dan penipuan bukan hanya dilakukan lewat penindakan, tetapi juga lewat pendidikan dan pengawasan yang berkelanjutan.
Pesan utama dari kegiatan tersebut jelas: Zero HALINAR bukan lagi cita-cita, tetapi harus menjadi budaya. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Badminton, Beladiri, DKI Jakarta |













