Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Nasional

Presiden Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti, Menkeu Hormati Proses Hukum Djaka Budi Utama

Presiden Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti, Menkeu Hormati Proses Hukum Djaka Budi Utama
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama saat ditemui di Kanwil Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12/2025). (foto: liputan6.com/tira)
Kamis, 21 Mei 2026 16:14 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan tanggapan tegas terkait nasib Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI Purn Djaka Budhi Utama, yang tengah didera isu penerimaan suap. Jabatan strategis tersebut akan langsung dicabut apabila proses hukum membuktikan adanya pelanggaran.

Pernyataan ini selaras dengan dorongan Presiden, Prabowo Subianto, yang meminta kementerian berani menindak tegas pimpinan lembaga yang bermasalah.

"Harusnya iya (dicopot), kalau terbukti ya," kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Ia memilih bersikap pasif terhadap jalannya persidangan dan menyerahkan sepenuhnya pada proses peradilan hukum. Walau begitu, komunikasi dengan Dirjen Bea Cukai tetap berjalan normal setiap hari. Purbaya secara tersirat mengaku memegang informasi mengenai akar persoalan dugaan suap tersebut.

"Saya enggak ikut campur soal itu, tapi yang jelas saya ngerti apa yang terjadi, ada lah," paparnya.

Sebelumnya, kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mendapat rapor merah dari Istana. Presiden, Prabowo Subianto, dalam pidatonya di Sidang Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026), mengaku banyak menerima keluhan dari pelaku usaha mengenai praktik pungutan liar yang menghambat ekonomi.

Prabowo menuntut perbaikan institusi dan meminta pembentukan pemerintahan yang kuat, profesional, dan antikorupsi. Pimpinan instansi diinstruksikan tidak boleh ragu menindak aparat yang menyalahgunakan wewenang.

"Semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik, hilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan praktik-praktik yang menghambat perjalanan ekonomi kita," tegas Prabowo. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Nasional, Voli, Metropolitan, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww