Ratusan Peserta Flotilla Bebas dari Tahanan Militer Lewati Jalur Pemulangan Turki
![]() |
JAKARTA - Pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia dan relawan internasional dari tahanan militer Israel membawa angin segar bagi dunia kemanusiaan. Para aktivis yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 untuk Gaza, Palestina tersebut kini tengah menjalani proses kepulangan setelah sebelumnya dicegat di perairan Siprus.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia, Harfin Naqsyabandy, yang terus menjalin komunikasi dengan tim hukum Adalah di lapangan.
"Seluruh delegasi GSF dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel," ucap Harfin, Kamis (21/5/2026).
Langkah selanjutnya bagi para relawan adalah proses deportasi yang dikawal ketat oleh otoritas terkait guna memastikan tidak ada kendala birokrasi lebih lanjut.
"Para delegasi saat ini sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki," paparnya.
Selama masa penahanan, para pejuang kemanusiaan ini harus berhadapan dengan situasi kelam. Tindakan represif yang jauh dari nilai-nilai hak asasi manusia sempat menimpa rombongan tersebut sebelum akhirnya mereka dilepaskan.
"Seperti pemukulan, penggunaan taser dan peluru karet, penghinaan dan pelecehan, pemaksaan posisi menyakitkan, hingga ada yang mengalami luka serius," ungkapnya.
Saat ini prioritas utama jaringan internasional adalah pemulihan fisik dan mental para korban, serta memastikan mereka berkumpul kembali dengan keluarga di tanah air.
"Mohon doa terbaik agar seluruh delegasi, termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat dan sehat," tutup mantan jurnalis televisi tersebut. ***| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | okezone.com |
| Kategori | : | Olympic, Basket, DKI Jakarta |













