Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Basket

Ratusan Peserta Flotilla Bebas dari Tahanan Militer Lewati Jalur Pemulangan Turki

Ratusan Peserta Flotilla Bebas dari Tahanan Militer Lewati Jalur Pemulangan Turki
Kamis, 21 Mei 2026 19:53 WIB

JAKARTA - Pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia dan relawan internasional dari tahanan militer Israel membawa angin segar bagi dunia kemanusiaan. Para aktivis yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 untuk Gaza, Palestina tersebut kini tengah menjalani proses kepulangan setelah sebelumnya dicegat di perairan Siprus.

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia, Harfin Naqsyabandy, yang terus menjalin komunikasi dengan tim hukum Adalah di lapangan.

"Seluruh delegasi GSF dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel," ucap Harfin, Kamis (21/5/2026).

Langkah selanjutnya bagi para relawan adalah proses deportasi yang dikawal ketat oleh otoritas terkait guna memastikan tidak ada kendala birokrasi lebih lanjut.

"Para delegasi saat ini sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki," paparnya.

Selama masa penahanan, para pejuang kemanusiaan ini harus berhadapan dengan situasi kelam. Tindakan represif yang jauh dari nilai-nilai hak asasi manusia sempat menimpa rombongan tersebut sebelum akhirnya mereka dilepaskan.

"Seperti pemukulan, penggunaan taser dan peluru karet, penghinaan dan pelecehan, pemaksaan posisi menyakitkan, hingga ada yang mengalami luka serius," ungkapnya.

Saat ini prioritas utama jaringan internasional adalah pemulihan fisik dan mental para korban, serta memastikan mereka berkumpul kembali dengan keluarga di tanah air.

"Mohon doa terbaik agar seluruh delegasi, termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat dan sehat," tutup mantan jurnalis televisi tersebut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Olympic, Basket, DKI Jakarta
wwwwww