Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Basket

Garda Revolusi Iran Kawal Puluhan Kapal Melintasi Selat Hormuz

Garda Revolusi Iran Kawal Puluhan Kapal Melintasi Selat Hormuz
Ilustrasi (net)
Jum'at, 22 Mei 2026 13:23 WIB

JAKARTA - Sedikitnya 31 kapal komersial yang terdiri dari kapal tanker minyak dan kontainer berhasil melintasi Selat Hormuz secara aman dalam 24 jam terakhir. Pelayaran armada niaga tersebut berada di bawah pengawalan langsung Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyusul peningkatan eskalasi dengan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.

Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah pengamanan rute maritim tersebut, Kamis (21/5/2026).

"Meskipun terjadi agresi militer teroris AS dan terciptanya ketidakamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz, Angkatan Laut IRGC berupaya untuk membangun jalur yang jelas dan aman untuk perlintasan dan kelanjutan perdagangan global," sebut rilis resmi tersebut.

Iran secara de-facto mulai mengkonsolidasikan kendali atas jalur perairan strategis itu melalui penetapan zona manajemen pengawasan. Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) mengumumkan aturan baru, Rabu (20/5/2026), yang mewajibkan seluruh pergerakan kapal berkoordinasi dan mengantongi izin resmi.

PGSA merinci batas zona pengawasan membentang dari Gunung Mubarak di Iran hingga wilayah selatan Fujairah di Uni Emirat Arab untuk sisi timur. Sementara batas sisi barat menghubungkan ujung Pulau Qeshm dengan Umm Al Quwain.

Mengutip Reuters, pemilik kapal kini diwajibkan menyerahkan data detail mengenai bendera, nilai muatan, tujuan, identitas pemilik, hingga kewarganegaraan awak. IRGC memiliki wewenang penuh untuk meninjau dokumen serta melakukan inspeksi fisik di lapangan bersama lembaga negara lainnya. Sistem transit berlapis ini dilaporkan memberikan preferensi khusus bagi kapal-kapal yang berafiliasi dengan negara sekutu Teheran seperti Rusia dan China, sementara negara lain harus melalui kesepakatan antar-pemerintah.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Basket
wwwwww