Komisi C DPRD DKI Soroti Program BUMD 2027, Tekankan Inovasi dan Efisiensi
![]() |
| Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya Soesatyo. |
Selasa, 26 Mei 2026 07:23 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Komisi C DPRD DKI Jakarta menyoroti berbagai program Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan dijalankan pada 2027. Dalam pembahasan awal, DPRD menekankan pentingnya inovasi, efisiensi anggaran, serta peningkatan kualitas layanan publik di tengah tantangan fiskal yang dihadapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya Soesatyo mengatakan, rapat bersama BUMD kali ini difokuskan untuk membahas sejumlah program kerja yang akan menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BUMD pada agenda Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
"Jadi kali ini memang kita membahas program-program yang akan dijalankan oleh para BUMD di tahun 2027. Program-programnya baik-baik saja, bagus-bagus tentunya," kata Dimaz di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (25/5/2026).
Meski demikian, Komisi C tetap memberikan sejumlah catatan kepada beberapa BUMD agar mampu menghadirkan program yang lebih efektif dan berdampak langsung kepada masyarakat. Salah satu sorotan diarahkan kepada PT Transjakarta terkait tingginya angka subsidi transportasi publik yang saat ini mencapai sekitar Rp4,2 triliun.
Menurut Dimaz, kondisi fiskal DKI Jakarta yang terpengaruh penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) membuat BUMD perlu lebih kreatif dalam menciptakan sumber pendapatan baru tanpa membebani masyarakat.
Karena itu, pihaknya mendorong Transjakarta menghadirkan inovasi atau program kreatif yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap subsidi APBD tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pengguna.
"Bagaimana menghasilkan ide yang bagus atau program yang baik yang bisa mengurangi angka subsidi yang sampai sekarang masih besar tanpa mengurangi manfaat kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak terbebani juga," ujarnya.
Selain Transjakarta, Komisi C juga memberi perhatian kepada PAM JAYA yang baru bertransformasi menjadi Perseroda. DPRD berharap perubahan status tersebut mampu mempercepat target layanan air bersih 100 persen bagi warga Jakarta.
Dimaz menegaskan, evaluasi terhadap BUMD bukan semata soal bisnis perusahaan daerah, melainkan memastikan seluruh program memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan hasil rapat kali ini bisa dijadikan masukan buat teman-teman BUMD untuk RKA yang akan kita bahas pada pembahasan KUA-PPAS nanti," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, SEA Games, DKI Jakarta |













