Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

FPPJ Ingatkan Massa Aksi Tidak Rusak Fasilitas Publik Saat Unjuk Rasa

FPPJ Ingatkan Massa Aksi Tidak Rusak Fasilitas Publik Saat Unjuk Rasa
Ketua Umum FPPJ, Endriansyah. (Ist)
Jum'at, 12 Juni 2026 18:49 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansyah mengingatkan seluruh peserta aksi unjuk rasa untuk menjaga ketertiban dan tidak melakukan perusakan terhadap fasilitas publik, termasuk halte bus Transjakarta yang selama ini kerap menjadi sasaran vandalisme saat terjadi demonstrasi.

Menurut Endriansyah, penyampaian aspirasi di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Namun, pelaksanaan aksi harus tetap mengedepankan tanggung jawab dan kepentingan masyarakat luas.

 
"Unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi yang harus kita hormati. Namun, jangan sampai hak menyampaikan pendapat justru merugikan masyarakat akibat adanya perusakan fasilitas publik yang dibangun menggunakan uang rakyat," kata Endriansyah, Jumat (12/6/2026).
 
Ia menegaskan, halte Transjakarta, trotoar, taman kota, rambu lalu lintas, hingga fasilitas umum lainnya merupakan aset yang digunakan oleh masyarakat setiap hari. Kerusakan yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerugian bagi pemerintah daerah, tetapi juga mengganggu aktivitas warga yang membutuhkan layanan tersebut.
 
"Kami mengajak seluruh elemen massa aksi untuk menjaga fasilitas umum. Halte Transjakarta misalnya, digunakan oleh ribuan warga setiap hari. Jika dirusak, yang dirugikan bukan pemerintah semata, tetapi masyarakat yang mengandalkan transportasi publik untuk bekerja, sekolah, dan beraktivitas," terangnya.
 
Rian juga meminta para koordinator lapangan untuk lebih aktif mengingatkan peserta aksi agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja menciptakan kericuhan maupun melakukan tindakan anarkis.
 
"Jangan sampai ada oknum yang menunggangi aksi damai untuk melakukan perusakan. Koordinator lapangan harus memastikan peserta tetap tertib dan mematuhi aturan yang berlaku," tegasnya.
 
Ia berharap, seluruh aksi penyampaian aspirasi di Jakarta dapat berlangsung secara damai, tertib, dan bermartabat sehingga pesan yang ingin disampaikan kepada pemerintah maupun pihak terkait dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
 
"Demonstrasi yang damai akan lebih dihormati dan mendapat simpati publik. Mari tunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mampu menyampaikan aspirasi secara dewasa tanpa harus merusak fasilitas yang menjadi milik bersama," pungkasnya.
 
Untuk diketahui, aksi unjuk rassa mahasiswa terkait kondisi terkini di Indonesia, termasuk naiknya harga BBM pertamax di kawasan Bundaran HI hingga pukul 18.45 WIB masih berlangsung. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww