Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Integrasi Teknologi Modern Bawa Ekspor Logam Mulia Naik 64 Persen

Integrasi Teknologi Modern Bawa Ekspor Logam Mulia Naik 64 Persen
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Senin, 15 Juni 2026 18:09 WIB

JAKARTA - Implementasi industri 4.0 dan transformasi digital terbukti krusial dalam mendongkrak daya saing manufaktur nasional. Hal ini terlihat dari capaian ekspor produk perhiasan dan barang berharga yang meroket tajam hingga 64,73 persen secara tahunan, menyentuh angka US$ 9,1 miliar sepanjang Januari—Desember 2025.

Kemampuan industri merespons tren pasar global, ditambah dengan penguatan kualitas produk serta inovasi desain, menjadi kunci utama pencapaian ini.

"Peningkatan ekspor ini menjadi bukti bahwa industri perhiasan Indonesia memiliki prospek yang sangat baik," ungkap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Tantangan Dinamika Pasar Global

Industri perhiasan merupakan sektor unggulan penyumbang devisa yang turut melestarikan nilai budaya dan membuka lapangan kerja di berbagai daerah. Meski demikian, Agus menyoroti berbagai tantangan berat yang membayangi sektor ini:

  • Tuntutan transformasi digital yang bergerak cepat
  • Fluktuasi harga bahan baku
  • Ketidakpastian ekonomi global
  • Perubahan preferensi konsumen

Peran Sentral Teknologi Modern

Untuk memastikan pelaku usaha siap menghadapi era digital, Kementerian Perindustrian menggelar penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Program ini mengevaluasi tingkat kesiapan perusahaan di sektor industri aneka, termasuk perhiasan dan logam mulia.

Pemanfaatan teknologi dipastikan membuat operasional lebih efisien, mempercepat inovasi, dan menelurkan produk berkualitas. Penilaian di lapangan juga menunjukkan keberhasilan integrasi antara teknologi masa kini dengan kreativitas sumber daya manusia yang bernilai tambah tinggi.

"Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang melakukan transformasi serupa guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing produknya," terang Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), Reni Yanita.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww