Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
10 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
13 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
8 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Kereta Api Bersubsidi Diserbu 7,8 Juta Penumpang

Kereta Api Bersubsidi Diserbu 7,8 Juta Penumpang
Penumpang Kereta Api. (Ist)
Senin, 15 Juni 2026 22:06 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Di tengah meningkatnya biaya transportasi dan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, layanan kereta api bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) mencatat pertumbuhan penumpang yang signifikan.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, sebanyak 7,88 juta penumpang menggunakan layanan KA PSO yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Jumlah tersebut meningkat 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 7,30 juta pelanggan.

Kenaikan itu memperlihatkan bahwa kereta api ekonomi bersubsidi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan antarkota maupun mobilitas harian dengan biaya yang relatif terjangkau.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap transportasi publik yang murah dan mudah diakses masih sangat tinggi.

"KA PSO menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan masyarakat tetap memiliki akses transportasi yang terjangkau. Layanan ini dimanfaatkan oleh pelajar, pekerja, pedagang, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan antardaerah," kata Anne Purba di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data KAI, layanan KA Jarak Jauh PSO mengangkut 4,95 juta pelanggan selama lima bulan pertama 2026 atau meningkat 5,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, KA Lokal PSO mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 13 persen, dengan total 2,93 juta pelanggan.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih mengandalkan moda transportasi berbasis rel untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan lintas wilayah.

Kereta lokal banyak dimanfaatkan untuk perjalanan menuju pusat ekonomi, kawasan industri, fasilitas pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Di sejumlah daerah, kereta ekonomi bahkan menjadi alternatif utama karena dianggap lebih pasti dari sisi waktu tempuh dibanding transportasi jalan raya yang rentan kemacetan.

Program PSO merupakan bentuk intervensi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses transportasi publik dengan tarif yang terjangkau.

Saat ini terdapat 13 layanan kereta api jarak jauh bersubsidi yang melayani berbagai rute strategis di Pulau Jawa dan Sumatera, di antaranya KA Bengawan, Kahuripan, Airlangga, Sri Tanjung, Serayu, Probowangi, hingga KA Cikuray.

Keberadaan layanan tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga konektivitas wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

"KA PSO tidak hanya berbicara soal transportasi. Di balik setiap perjalanan ada aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan sosial masyarakat yang harus tetap terhubung," ujar Anne.

Meski jumlah pelanggan terus meningkat, tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas layanan agar tetap sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

KAI menyatakan terus melakukan peningkatan pada aspek keselamatan perjalanan, kebersihan sarana, ketepatan waktu, serta kemudahan akses pembelian tiket melalui berbagai kanal digital.

Pertumbuhan hampir 8 persen dalam lima bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel masih menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat Indonesia.

Di tengah upaya pemerintah memperkuat konektivitas nasional, angka tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa keberadaan kereta api bersubsidi masih memegang peran strategis dalam menjaga akses mobilitas bagi jutaan warga. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:PON, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww