Semarak Festival Muharram Angkat Pesona Jajanan Lawas Betawi
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA - Ruang terbuka hijau di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan mendadak berubah menjadi pusat wisata gastronomi. Gelaran Halal Food Festival yang menyatu dalam kemeriahan Festival Muharram 1448 H berhasil menarik perhatian warga dengan menyajikan deretan kekayaan rasa lokal.
Acara yang berlangsung selama dua hari, Minggu (14/6/2026) hingga Senin (15/6/2026), memadukan syiar keagamaan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Tidak hanya diisi dengan kegiatan spiritual seperti tausiah serta kemeriahan pawai obor, festival ini memberi panggung bagi lebih dari 20 stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner dari berbagai penjuru ibu kota.
Zona kuliner halal tersebut menyuguhkan kontras yang harmonis antara jajanan masa kini dan kudapan tradisional khas Betawi. Di tengah dominasi makanan modern seperti dimsum bakar serta ayam teriyaki, pesona jajanan lawas justru sukses mencuri perhatian. Kehadiran ragam makanan tempo dulu ini memantik memori nostalgia para pengunjung dewasa yang rindu akan rasa autentik masa kecil mereka.
Stan Es Goyang Kampoeng menjadi salah satu titik yang paling dipadati pembeli. Kehadiran usaha yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini secara langsung mengajak perajin lokal untuk berani tampil unjuk gigi di ruang publik.
"Di sini kami menyediakan berbagai varian rasa mulai dari Oreo, cokelat, kacang hijau, kopyor, durian, alpukat, hingga ketan hitam. Semua proses pembuatan es goyang legendaris ini kami lakukan sendiri secara rumahan," ungkap pelaku UMKM lokal, Devi, mengutip siaran langsung Metro TV.
Devi yang telah merintis usahanya selama hampir dua tahun menawarkan pengalaman kuliner yang unik. Sepotong es goyang rasa cokelat yang dicelupkan ke dalam saus cokelat cair beku memberikan sensasi tersendiri. Menikmati kudapan seharga Rp20.000 per batang ini terasa semakin pas saat didampingi semilir angin malam taman sambil menanti iring-iringan pawai obor melintas.
Penyelenggaraan festival ini tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Rentang harga makanan maupun minuman dipatok cukup terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp50.000. Beberapa pedagang turut menerapkan strategi paket bundling ekonomis yang mengombinasikan sajian berat seperti ayam geprek atau sambal cumi bersama minuman segar.
Kemeriahan Festival Muharram 1448 Hijriah ini juga menjadi bagian dari pemanasan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Rangkaian perayaan tersebut sekaligus menjadi jembatan menuju perhelatan akbar tahun depan saat kota metropolitan ini resmi menginjak usia 500 tahun.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | metrotvnews.com |
| Kategori | : | Olympic, e-Sports, DKI Jakarta |













