Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
24 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Olympic

Brimob Gagalkan Tawuran di Bekasi, 18 Remaja dan Bom Molotov Diamankan

Brimob Gagalkan Tawuran di Bekasi, 18 Remaja dan Bom Molotov Diamankan
Pelaku tawuran yang diamankan Brimob Polda Metro Jaya. (Ist)
Selasa, 16 Juni 2026 14:24 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
BEKASI - Tim Patroli Brimob Polda Metro Jaya menggagalkan dugaan aksi tawuran yang akan berlangsung di kawasan Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa, 16 Juni 2026 dini hari. Sebanyak 18 remaja diamankan bersama sejumlah barang bukti, termasuk satu bom molotov.

Pengamanan dilakukan saat personel Kompi 2 Batalyon D Pelopor melaksanakan patroli rayonisasi untuk mengantisipasi tawuran, balap liar, begal, dan gangguan keamanan lainnya di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota.

Sekitar pukul 04.15 WIB, petugas menemukan sekelompok remaja yang berkumpul di Jalan Lisong Menteng. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi mengamankan 18 orang yang diduga hendak terlibat dalam aksi tawuran.

Selain para remaja tersebut, petugas menyita satu bom molotov, lima unit sepeda motor, dan 10 telepon genggam yang diduga berkaitan dengan rencana aksi tersebut. Seluruh remaja beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada penyidik Polres Metro Bekasi Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Temuan bom molotov dalam operasi tersebut menjadi perhatian aparat karena berpotensi meningkatkan risiko korban jiwa maupun kerusakan apabila tawuran benar-benar terjadi.

Polisi masih mendalami asal-usul barang bukti tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan kelompok lain dalam rencana aksi yang digagalkan.

Brimob Perkuat Patroli Dini Hari

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan patroli preventif menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar.

Menurut Henik, kehadiran personel di titik-titik rawan merupakan bagian dari strategi menjaga keamanan masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan menjelang pagi.

"Patroli yang dilaksanakan personel Batalyon D Pelopor merupakan bentuk komitmen Brimob Polda Metro Jaya dalam melindungi masyarakat dari potensi tindak kriminal dan aksi kekerasan jalanan. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk mencegah tawuran, balap liar, maupun gangguan kamtibmas lainnya sehingga warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," kata Henik.

Ia menegaskan patroli rutin akan terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya aktivitas kelompok remaja yang terlibat tawuran maupun kejahatan jalanan.

Brimob Polda Metro Jaya juga mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari. Masyarakat yang mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan lainnya diminta segera melapor melalui layanan Call Center Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.

Pengungkapan ini menambah daftar upaya preventif aparat keamanan dalam menekan angka tawuran yang masih menjadi salah satu persoalan ketertiban masyarakat di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Dengan pengawasan yang lebih intensif, polisi berharap potensi bentrokan antar kelompok remaja dapat dicegah sebelum menimbulkan korban. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Olympic, Badminton, Jawa Barat
wwwwww