Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Badminton

Kabel Maut Renggut Nyawa Siswi SMAN 6, Pramono Turun Tangan Bantu Keluarga

Kabel Maut Renggut Nyawa Siswi SMAN 6, Pramono Turun Tangan Bantu Keluarga
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Jum'at, 19 Juni 2026 13:12 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Neisha Amalia Evrian Putri (16), siswi kelas X SMAN 6 Jakarta, yang tewas dalam kecelakaan akibat tersangkut kabel menjuntai di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

‎Pram memastikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban, termasuk menanggung biaya pemakaman dan menyalurkan santunan melalui Baznas Bazis DKI Jakarta.

‎
‎"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Seorang siswi yang bernama Neisha Amalia Evrian Putri, 16 tahun, siswi kelas 10 SMA 6 Jakarta, memang betul kemarin meninggal dunia ketika dibonceng terkena kabel," kata Pram di Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
‎
‎Menurut Pram, dirinya telah menginstruksikan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membantu keluarga korban sejak insiden terjadi hingga proses pemakaman selesai.
‎
‎"Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, kemudian Bina Marga, dan juga yang lainnya untuk membantu sepenuhnya, termasuk sampai dengan pemakaman kemarin," ujarnya.
‎
‎Selain memberikan pendampingan, Pemprov DKI melalui Baznas Bazis juga menyalurkan santunan kepada keluarga korban. Pemprov turut memfasilitasi para pelajar yang ingin mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir dengan menyediakan tiga unit bus.
‎
‎"Bahkan secara khusus Baznas Bazis juga akhirnya melalui Pemerintah DKI Jakarta memberikan santunan. Kemarin kita mengirim tiga bus untuk siswa bisa mengantar almarhumah ke pemakaman, dan kami juga menanggung pembiayaan untuk itu," ungkap Pram.
‎
‎Terkait penyebab kecelakaan, Pram mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kabel yang memicu insiden tersebut merupakan kabel yang terputus dan menjuntai ke badan jalan.
‎
‎"Kronologinya mungkin teman-teman sudah tahu, tapi intinya memang itu terjadi dan kabelnya adalah kabel yang terpotong dari PLN," ucapnya.
‎
‎Mengenai proses hukum, Pram menegaskan, Pemprov DKI menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia juga menyebut keluarga korban mendukung agar peristiwa itu diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
‎
‎"Ini sudah dengan sendirinya, karena memang keluarga ini memahami tentang hukum. Sehingga neneknya juga meminta untuk itu. Karena ini persoalannya sudah masuk wilayah privat, kami persilakan untuk itu," tuturnya.
‎
‎Sebelumnya, Neisha meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat dibonceng sepeda motor menuju sekolah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, setang sepeda motor yang ditumpanginya tersangkut kabel seling yang menjuntai di Jalan Lauser, Kebayoran Baru.
‎
‎Akibat benturan tersebut, korban terjatuh ke jalan dan kemudian terlindas bus sekolah yang melintas. Peristiwa tragis itu kembali memunculkan sorotan terhadap keberadaan kabel utilitas yang menjuntai dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan di Jakarta. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Olympic, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww