Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Saddil Ramdani Senang Lihat Tim Bermain Kolektif dan Berani Menyerang di Piala Dunia 2026

Saddil Ramdani Senang Lihat Tim Bermain Kolektif dan Berani Menyerang di Piala Dunia 2026
Winger Persib Bandung Saddil Ramdani. (Ileague.id)
Jum'at, 19 Juni 2026 16:32 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BANDUNG - Winger Persib Bandung Saddil Ramdani menikmati sajian Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung di tiga negara Amerika Serikat, Mexico, dan Kanada. Saddil tak hanya menonton satu pertandingan namun ia menyaksikan beberapa laga untuk mengambil pelajaran dari kualitas setiap tim yang bertanding. 

Saddil menuturkan ia senang melihat tim-tim yang berani mengambil inisiatif serangan. Ia pelajari bagaimana sebuah tim membangun serangan, seperti Jerman, Argentina, Spanyol, ini menjadi sebuah pemahaman atau wawasan yang bisa ia pelajari lebih dalam. 

“Soal Piala Dunia, saya sebenarnya menikmati semua pertandingan. Saya suka tim-tim yang bermain kolektif dan berani menyerang. Yang terpenting bagi saya adalah melihat pertandingan yang berkualitas dan bisa jadi pembelajaran juga buat pemain,” kata Saddil. 

Ia mengamati setiap tim punya karakter permainan masing-masing. Adapun tim yang lebih mengandalkan serangan balik namun berhasil mencuri gol menyulitkan tim-tim besar seperti Kongo menahan imbang Portugal, atau Tanjung Verde yang bikin frustrasi Spanyol. 

“Saya menonton tim-tim lain karena setiap negara punya karakter permainan yang berbeda. Dari situ kita bisa belajar banyak, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain,” paparnya. 

Pada fase libur kompetisi ini, Saddil memaksimalkan waktu dengan berkumpul bersama keluarga. Tanpa melepaskan tanggung jawabnya sebagai pemain menjaga kebugaran fisik jelang pra musim dimulai. 

“Saat libur panjang, biasanya saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Selain itu, saya juga tetap menjaga kondisi fisik dengan latihan ringan supaya saat kembali ke tim tidak memulai dari nol lagi,” bebernya. ***

wwwwww