Julianto: Makanan Warga Binaan Harus Sehat, Layak, dan Sampai ke Seluruh Penghuni Lapas
![]() |
| Pengecekan sampel makanan buat warga binaan Lapas Kelas IIA Bengkulu. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Setiap hari, sampel makanan yang disiapkan petugas dapur diantarkan ke ruang kerja Kalapas untuk diperiksa dan dicicipi secara langsung. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan internal guna memastikan makanan yang diterima warga binaan memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi.
Menurut Julianto, kualitas makanan merupakan bagian dari hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi secara maksimal selama menjalani masa pembinaan. "Kami ingin memastikan makanan yang diberikan kepada warga binaan benar-benar sesuai standar. Tidak hanya cukup secara jumlah, tetapi juga sehat, bergizi, layak konsumsi, dan diterima oleh seluruh warga binaan tanpa terkecuali," kata Julianto, Sabtu (20/6).
Kelas IIA Bengkulu tidak hanya dilakukan oleh Kalapas. Pengawasan juga melibatkan tenaga kesehatan, jajaran Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), serta petugas pembinaan.
Tim melakukan pengecekan terhadap kebersihan bahan makanan, proses pengolahan, tingkat kematangan, kandungan gizi, cita rasa hingga mekanisme distribusi ke blok hunian.Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada celah yang dapat menurunkan kualitas makanan yang disajikan kepada warga binaan.
"Pendistribusian makanan harus dipastikan sampai kepada seluruh warga binaan dalam kondisi baik. Itu menjadi tanggung jawab kami sebagai penyelenggara layanan pemasyarakatan," ujar Julianto.
Julianto menjelaskan operasional dapur memang melibatkan warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan khusus terkait pengolahan makanan dan standar higienitas. Meski demikian, seluruh proses tetap berada di bawah pengawasan petugas guna menjamin kualitas dan keamanan pangan.
Ia bahkan menilai fasilitas dapur Lapas Bengkulu kini telah mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi kebersihan maupun tata kelola. "Petugas dan warga binaan yang bertugas di dapur sudah mendapatkan pembekalan. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar sehingga makanan yang dihasilkan aman dan berkualitas," ujarnya.
Selain menu utama harian, warga binaan juga mendapatkan makanan tambahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, termasuk makanan bernutrisi seperti bubur kacang hijau dan menu penunjang lainnya.
Menurut Julianto, pengawasan yang dilakukan setiap hari merupakan bentuk transparansi sekaligus komitmen Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam menjaga kualitas pelayanan.
Di tengah sorotan publik terhadap pelayanan pemasyarakatan, Lapas Bengkulu berupaya menunjukkan bahwa pemenuhan hak dasar warga binaan, termasuk makanan yang sehat dan bergizi, menjadi salah satu prioritas utama. ***













