Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
Nasaba PNM Mekaar. (Ist)
Kamis, 25 Juni 2026 19:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pembentukan Holding Ultra Mikro (Umi) pada 2021 yang menggabungkan BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi langkah penting dalam memperkuat akses pembiayaan bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, PNM semakin mempertegas perannya dalam memberdayakan perempuan prasejahtera lewat program PNM Mekaar, tidak hanya dengan menjangkau lebih banyak nasabah, tetapi juga memberikan pendampingan yang lebih terintegrasi.

Dalam lima tahun terakhir melalui ekosistem yang terintegrasi, nasabah kini merasakan proses pengajuan pembiayaan yang lebih sederhana, akses layanan keuangan yang semakin luas melalui berbagai channel, hingga pilihan produk yang lebih lengkap sesuai kebutuhan usaha.

Tidak hanya itu, dukungan pendampingan usaha juga menjadi lebih terstruktur, sehingga nasabah tidak berjalan sendiri, tetapi ditemani dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Dampak positif ini juga terlihat dari meningkatnya kesiapan nasabah untuk naik kelas. Melalui berbagai program pemberdayaan, nasabah didorong untuk memiliki kebiasaan menabung, mendapatkan literasi keuangan, hingga akses ke produk non-pinjaman seperti tabungan emas dan asuransi mikro.

Selain itu, akses ke marketplace dan penguatan kapasitas usaha membantu nasabah mengembangkan bisnisnya secara lebih berkelanjutan. Seiring dengan meningkatnya kemampuan usaha dan kedisiplinan keuangan, nasabah yang telah siap juga mendapatkan peluang untuk mengakses pembiayaan yang lebih besar, sehingga perjalanan usaha mereka dapat terus berkembang.

Secara angka, sejak awal integrasi hingga saat ini, jumlah nasabah Mekaar yang naik kelas meningkat signifikan dari 329.532 pada 2022 menjadi 2.579.407 pada 2025, mencerminkan penguatan kapasitas usaha dan kemampuan finansial nasabah. Sementara itu, jumlah nasabah yang menjadi Agen BRILink juga bertumbuh dari 69.016 pada 2022 menjadi 186.477 pada 2025, seiring fokus pada kualitas dan keaktifan transaksi.

Secara keseluruhan, Holding Ultra Mikro tidak hanya memperluas akses, tetapi juga mendorong nasabah untuk tumbuh lebih mandiri dan berperan aktif dalam ekosistem keuangan yang lebih inklusif.

Direktur Keuangan PNM, Sahat Pangaribuan, menyampaikan bahwa kehadiran Holding Ultra Mikro memberikan dampak nyata bagi nasabah.

“Integrasi ini membuat layanan menjadi lebih mudah diakses dan lebih lengkap, sehingga nasabah tidak hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan peluang untuk berkembang. Kami melihat nasabah semakin siap naik kelas, lebih mandiri secara finansial, dan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya ke tahap berikutnya,” ujar Sahat. ***

wwwwww