Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
14 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Bukan Cuma Main Gawai Wamenkomdigi Sebut Literasi Digital Kini Fokus Hadapi AI

Bukan Cuma Main Gawai Wamenkomdigi Sebut Literasi Digital Kini Fokus Hadapi AI
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (www.komdigi.go.id)
Jum'at, 26 Juni 2026 10:35 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengungkapkan perubahan arah program literasi digital saat menerima audiensi Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026). Program pemerintah ini tidak lagi sekadar mengajarkan penggunaan gawai, melainkan difokuskan pada peningkatan keterampilan menghadapi kecerdasan artifisial (AI), disinformasi, misinformasi, dan hoaks.

Strategi baru ini lahir dari kesadaran bahwa pemahaman internet dasar sudah kurang memadai untuk membekali masyarakat di era disrupsi teknologi saat ini.

"Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling, meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang," ujar Nezar.

Transformasi kebijakan ini mulai diterapkan usai Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merampungkan evaluasi menyeluruh terhadap program edukasi masyarakat yang telah berjalan selama hampir satu dekade tersebut.

"Kita melakukan program-program literasi digital sudah cukup lama, hampir satu dekade dan evaluasi yang dilakukan oleh Bappenas terhadap program ini juga sudah final. Kita tidak melanjutkan lagi literasi digital seperti yang dulu," tegasnya.

Nezar menilai, masyarakat saat ini dinilai telah melewati fase belajar cara mengakses dunia siber. Materi dasar terkait etika dan keamanan digital perlahan mulai dikurangi peranannya oleh pemerintah karena telah diakomodasi oleh pihak swasta pengelola aplikasi.

"Kalau sekarang kayaknya sudah lewat masa itu. Walaupun masih dibutuhkan, tetapi sudah dikerjakan ataupun diadopsi oleh platform-platform lewat community guidelines dan lain-lain," urainya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Olympic, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww