Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Puji Lokasi Pelatnas Sepak Takraw, CdM Todotua Sebut Ada Peluang Medali

Puji Lokasi Pelatnas Sepak Takraw, CdM Todotua Sebut Ada Peluang Medali
CdM Todotua Pasaribu saat menyaksikan atlet sepak takraw menjalani latihan. (NOC Indonesia)
Rabu, 29 Juli 2026 20:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution

PAREPARE – Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menjadi visitasi terjauh yang dijalani Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu untuk memastikan kesiapan atlet jelang tampil di Asian Games yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, 19 September hingga 4 Oktober 2026. Ini dilakukan sebagai komitmen untuk bisa menjaga peluang medali Tim Indonesia tetap terjaga.

Visitasi kali ini terjauh yang pernah dilakukan CdM Kontingen Indonesia dalam rangka persiapan menuju ajang multievent. Didampingi Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PP PSTI) Surianto dan disambut Wali Kota Parepare, Todotua meninjau latihan atlet sepak takraw putra dan putri serta berdiskusi dengan jajaran pelatih mengenai progres pembinaan dan berbagai kebutuhan menuju Asian Games 2026.

Bagi Todotua, setiap kunjungan memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan atlet dapat menjalani persiapan dengan tenang tanpa terbebani persoalan di luar arena pertandingan.

"Kami berkomitmen terus mengunjungi cabang-cabang olahraga. Dari setiap kunjungan kami ingin mendengar langsung kebutuhan mereka dan memastikan seluruh dukungan non-teknis dapat dipersiapkan dengan baik sehingga atlet bisa sepenuhnya fokus mengejar prestasi dan kali ini kami datang ke Parepare untuk melihat langsung persiapan sepak takraw dan memberikan semangat kepada para atlet yang sedang berlatih," ujar CdM Todotua.

Menurutnya, rangkaian visitasi ke pelatnas bukan hanya menjadi ajang monitoring, tetapi juga sarana membangun komunikasi yang lebih erat antara CdM, Komite Olimpiade Indonesia, dan setiap cabang olahraga agar seluruh kebutuhan kontingen dapat diantisipasi sejak dini.

Dari hasil peninjauan di Parepare, Todotua mengaku optimistis melihat perkembangan tim sepak takraw Indonesia. Program latihan yang berkesinambungan serta kesiapan atlet putra dan putri dinilai menjadi modal penting menghadapi persaingan di Aichi-Nagoya.

"Melihat persiapan yang dilakukan, kami cukup percaya diri bahwa sepak takraw memiliki peluang untuk menyumbangkan medali bagi Indonesia di Asian Games 2026. Pembinaan yang dijalankan juga berkesinambungan dan menjadi fondasi yang baik untuk meningkatkan prestasi di level internasional," ucapnya.

Todotua juga mengapresiasi langkah PP PSTI melakukan pemusatan latihan nasional (pelatnas) secara mandiri di Parepare. Menurutnya, lingkungan latihan yang kondusif membuat atlet dapat menjalani program dengan lebih fokus.

"Area latihan di sini sangat proper. Atlet-atlet berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan dipusatkan di Parepare sehingga mereka dapat berlatih dengan fokus. Ini menjadi inisiatif yang sangat baik dari PP PSTI dalam membangun atmosfer latihan yang mendukung peningkatan prestasi," tambahnya.

Pada Asian Games Hangzhou 2022 lalu, sepak takraw menyumbangkan dua medali perak dan satu perunggu. Meski tidak berbicara mengenai target medali secara spesifik, Todotua menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan peluang yang ada di setiap cabang olahraga demi pencapaian prestasi terbaiknya di Aichi-Nagoya nanti.

"Kami ingin memastikan tidak ada persoalan di luar lapangan yang mengganggu fokus atlet. Tugas kami adalah menjaga atlet untuk fokus dan mengoordinasikan seluruh kebutuhan kontingen sehingga saat berada di Asian Games nanti, atlet hanya perlu memikirkan satu hal, yaitu memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia," tegasnya. ***

wwwwww