Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
23 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
24 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
24 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
5
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Penyelundupan Ekstasi di Bandara Soetta, Pilot Malaysia Diamankan Petugas

Penyelundupan Ekstasi di Bandara Soetta, Pilot Malaysia Diamankan Petugas
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, dalam konferensi pers, Jumat (31/7/2026).
Jum'at, 31 Juli 2026 13:29 WIB

JAKARTA - Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengamankan seorang pilot asal Malaysia, MS (39), atas dugaan penyelundupan narkotika. Pria tersebut ditangkap usai mendarat dari Kuala Lumpur dengan membawa sejumlah barang bukti obat-obatan terlarang di dalam tasnya.

Proses penangkapan ini diumumkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, Jumat (31/7/2026). Ia menjelaskan bahwa tersangka diamankan pada Rabu (29/7/2026) setelah tiba menggunakan pesawat bernomor penerbangan MH 727.

"Pada saat datang, kemudian dari analisa intelijen, kecurigaan terhadap barang yang dibawa oleh pilot yang bersangkutan, inisial MS warga negara Malaysia, 39 tahun," terangnya di hadapan awak media.

Ditemukan Sabu dan Ekstasi di Tas Pelaku

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan MS, petugas mendapati narkotika dalam jumlah besar yang disembunyikan sedemikian rupa. Barang bukti utama yang disita meliputi 14 bungkus ekstasi dan narkotika jenis sabu seberat 4 gram.

"Plus 4 gram ya, sabu, itu di tas dibawa langsung. Jadi perkiraan kami yang sabu tersebut adalah untuk dipakai yang bersangkutan sementara ekstasinya inilah yang nanti akan disebarluaskan di Indonesia," tambah Hengky merinci temuan tersebut.

Langkah penanganan perkara ini tidak berhenti di lingkup kepabeanan saja. Pihak Bea dan Cukai telah membangun koordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim guna menelusuri jaringan peredaran ekstasi yang sedianya akan disebar oleh pelaku.

Ketatnya Pengawasan Jalur Kru Pesawat

Dari pendalaman sementara, MS disinyalir berani membawa barang terlarang karena berasumsi jalur kru pesawat luput dari pantauan ketat. Namun, standar operasional prosedur di bandara tetap memberlakukan pemeriksaan yang setara bagi seluruh pihak.

"Kalau pertanyaannya kenapa pilot berani gitu mungkin ya? Karena mungkin yang bersangkutan merasa kalau pilot mendapatkan jalur khusus, dan memang ada jalur khususnya buat kru dan buat pilot, tapi pengawasan yang kami lakukan tetap sama," jelasnya.

Fakta yang ditemukan dari tes urine MS juga menunjukkan hasil positif mengonsumsi sabu, ineks, dan kokain. Otoritas terkait menduga kuat pilot tersebut sedang berada di bawah pengaruh narkoba selama menjalankan tugas penerbangannya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:Kompastv.com
Kategori:Olympic
wwwwww