Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Voli

Ultimatum Kepala Daerah, Presiden Siap Ambil Alih Pembangunan Jembatan

Ultimatum Kepala Daerah, Presiden Siap Ambil Alih Pembangunan Jembatan
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Jum'at, 07 Agustus 2026 19:11 WIB

JAKARTA - Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan peringatan kepada seluruh jajaran kepala daerah terkait pemenuhan infrastruktur masyarakat. Pemerintah pusat menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih pembangunan fasilitas umum, khususnya akses jembatan, apabila pemerintah daerah lamban merespons kebutuhan warga di wilayahnya.

Pernyataan ini dilontarkan menyusul besarnya alokasi dana desa yang telah disalurkan secara rutin oleh pemerintah pusat selama satu dekade terakhir.

Evaluasi Pemanfaatan Dana Desa

Menurut Prabowo, kucuran dana sebesar Rp1 miliar untuk setiap desa per tahunnya seharusnya sangat memadai bagi pimpinan daerah untuk menuntaskan masalah infrastruktur dasar. Secara kalkulasi, biaya pembangunan jembatan pedesaan rata-rata hanya berkisar antara Rp400 juta hingga Rp800 juta, meskipun ada beberapa proyek yang membutuhkan pendanaan Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.

"Sesungguhnya semua desa, semua pimpinan desa bisa memenuhi jembatan-jembatan itu," tegasnya di The Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Pihaknya tidak bermaksud mencari kesalahan pihak manapun terkait masih banyaknya keluhan warga di daerah. Namun, instruksi untuk segera menyelesaikan masalah pembangunan ditekankan secara kuat.

"Tapi oke, kita tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini!" tandasnya.

Pusat Ambil Alih Proyek Mandek

Prabowo memastikan bahwa negara tidak akan berdiam diri jika para pejabat daerah mulai dari tingkat gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa mengabaikan suara masyarakat.

"Kalau Gubernur, kalau Bupati, kalau Camat, kalau Kepala Desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat di desa, kita tidak segan-segan Presiden turun tangan, kita memenuhi apa yang diteriakkan oleh rakyat," paparnya.

Hingga saat ini, pemerintah pusat mencatat telah merampungkan pembangunan hampir 2.500 jembatan yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara. Fasilitas vital tersebut direalisasikan sebagai bentuk respons tanggap pemerintah atas kebutuhan aksesibilitas warga desa melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Target Revitalisasi Sekolah dan Puskesmas

Selain akses jalan dan jembatan, perbaikan fasilitas pendidikan serta kesehatan turut menjadi fokus utama pemerintah. Prabowo menargetkan penyelesaian renovasi lebih dari 70.000 bangunan sekolah hingga akhir tahun ini, dan diproyeksikan meningkat mencapai 100.000 sekolah pada tahun depan.

"Dan kita akan selesaikan dalam tiga tahun yang akan datang semua sekolah di Indonesia akan kita perbaiki. Semua Puskesmas Indonesia yang sudah 30 tahun lebih tidak diperbaiki, kita akan perbaiki saudara-saudara sekalian," urainya.

Seluruh capaian tersebut diakui tidak lepas dari kerja sama yang kuat di dalam kabinet serta keberanian para menteri dalam mengeksekusi program. Sinergi ini diyakini akan membuat Indonesia bergerak lebih cepat menuju arah pembangunan yang lebih baik.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Voli, DKI Jakarta
wwwwww