Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Basket

Disebut 'Republik Islam', Pemerintah Inggris Kecam Perdana Menteri Israel

Disebut Republik Islam, Pemerintah Inggris Kecam Perdana Menteri Israel
PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. REUTERS/Amir Cohen)
Sabtu, 15 Agustus 2026 12:52 WIB

JAKARTA - Pemerintah Inggris menyampaikan protes resmi menyusul komentar Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu yang secara sinis melabeli negara tersebut sebagai Republik Islam Inggris. Otoritas di London mengecam keras pernyataan tersebut dan menilainya sebagai hal yang tidak pantas diucapkan oleh seorang kepala pemerintahan.

Melalui keterangan tertulisnya pada Jumat (14/8/2026), juru bicara pemerintah Inggris menegaskan sikap penolakan mereka atas retorika yang dilontarkan oleh pemimpin Israel tersebut.

"Komentar-komentar ini sama sekali tidak dapat diterima, dan kami telah menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah Israel," tegasnya.

Pernyataan Netanyahu yang memicu reaksi keras ini disampaikan dalam sebuah siniar atau wawancara radio militer pada Kamis (13/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengkritik sikap politik Inggris terhadap Israel sambil menceritakan sosok cucu mantan PM Inggris, Winston Churchill yang vokal mendukung Israel saat Perang Arab-Israel tahun 1967.

"Apakah Anda menjumpai hal seperti itu sekarang?" tanyanya dalam wawancara tersebut.

PM Israel itu kemudian menyinggung klaim yang kerap digunakan oleh kelompok sayap kanan ekstrem di negara-negara Barat mengenai imigrasi dan hukum Islam.

"Ada yang pernah berkata bahwa Republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir adalah Republik Islam Inggris," ucapnya.

Ia juga menautkan analogi tersebut dengan situasi yang dihadapi pemerintahannya.

"Kami memastikan tidak akan ada lagi Republik Islam semacam itu di sini, di Iran," tambahnya.

Merespons ketegangan yang muncul, juru bicara pemerintah Israel, David Mencer memberikan klarifikasi melalui wawancara radio BBC pada hari Jumat. Mencer berupaya meredam situasi dengan menyebutkan bahwa Netanyahu tidak bermaksud melontarkan tuduhan langsung, melainkan sekadar mengulangi ucapan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance pada Konferensi Keamanan Munich 2024. Saat itu, Vance menyebut Inggris berpotensi menjadi negara Islam sejati pertama yang memiliki senjata nuklir.

"Dia mengutip pernyataan orang lain. Dia hanya mengutip apa yang telah disampaikan oleh Wakil Presiden AS," dalihnya.

Kondisi hubungan diplomasi antara Inggris dan Israel belakangan memang diwarnai sejumlah perbedaan pandangan. Inggris menjadi salah satu negara Eropa yang resmi mengakui negara Palestina pada tahun lalu, sebuah langkah kebijakan yang menuai kecaman dari pihak Israel. Selain itu, dinamika internal Inggris juga memengaruhi kebijakan luar negeri mereka. PM Inggris saat ini, Andy Burnham baru-baru ini melontarkan kritik kepada pendahulunya, Keir Starmer yang dinilai kurang memberikan tekanan kepada Israel untuk menghentikan operasi militer di kawasan Jalur Gaza.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Basket, DKI Jakarta
wwwwww