Lalai Simpan Ikan, Dapur MBG di Sumut Ditutup untuk Investigasi
![]() |
| Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah). |
JAKARTA - Insiden keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berbuntut panjang. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat seiring berjalannya proses investigasi.
Keputusan pencopotan ini didasari oleh temuan awal investigasi internal BGN yang mengindikasikan adanya kelalaian standar operasional prosedur terkait tata cara penyimpanan bahan makanan. Bahan baku berupa ikan yang disajikan kepada siswa diketahui tidak disimpan di fasilitas pendingin yang dipersyaratkan.
"Harusnya disimpan di dalam freezer tapi dia tidak disimpan. Nah kemudian dapurnya kami investigasi, kami tutup untuk diinvestigasi. Kemudian Kepala SPPG-nya kami copot. Karena ini kelihatan fatal, kami mempertimbangkan untuk kami lakukan pemecatan secara status P3K-nya," tegasnya, Kamis (20/8/2026).
Guna mengusut aspek pidana dari dugaan kelalaian fatal ini, BGN menyerahkan penanganan perkara kepada pihak berwenang dengan berkoordinasi bersama kepolisian resor setempat.
Di luar langkah investigasi dan penegakan hukum, fokus BGN saat ini berada pada jaminan pengobatan medis seluruh korban. Pemerintah daerah dipastikan mengawal langsung perawatan medis agar anak-anak segera pulih dari efek keracunan.
"Sementara ini kami fokus pada pada pengobatan, ya. Kami pastikan bagaimana anak-anak kita ini kemudian mendapatkan pengobatan yang prima, kemudian bisa sehat kembali," jelasnya.
Setelah tahap pengobatan fisik selesai, penanganan akan beralih pada fase pendampingan psikologis. Berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan, BGN merancang program penanganan lanjutan guna mengatasi efek kejut atau trauma yang dialami oleh para siswa beserta keluarganya.
“Saya tahu, saya paham yang trauma bukan hanya siswa-siswinya tapi juga ada keluarga juga ada traumatis, dan saya memahami itu. Dan kita akan terus perbaiki, kejadian ini tidak boleh terulang kembali,” urainya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inews.id |
| Kategori | : | Olympic, e-Sports, DKI Jakarta, Sumatera Utara |













