Kabut Asap Lintas Batas, Malaysia Siapkan Surat Resmi untuk Indonesia dan ASEAN
![]() |
| Sistem Air Pollutant Index Management System (APIMS) menunjukkan 10 wilayah di Sarawak dan Melaka mencatat indeks pencemaran udara (API) dalam kategori tidak sehat. (Foto: Tangkapan layar APIMS) |
JAKARTA - Pemerintah Malaysia bersiap menempuh jalur diplomatik untuk menyelesaikan persoalan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Keputusan ini diambil setelah kualitas udara di beberapa wilayah Malaysia, terutama Sarawak, tercatat memburuk akibat paparan asap.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan menyatakan bahwa pihaknya memandang serius persoalan kabut asap yang berdampak pada negaranya. Sebagai langkah awal, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Alam Malaysia, Arthur Joseph Kurup akan mengirimkan surat resmi kepada kementerian terkait di Indonesia.
Selain mengandalkan komunikasi bilateral, pemerintah negara tetangga tersebut juga membawa isu ini ke tingkat regional. Surat aduan akan disampaikan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN dalam kurun waktu satu hingga dua hari ke depan.
"Mekanisme ASEAN lebih efektif untuk memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengoordinasikan upaya bersama antara Malaysia dan Indonesia dalam menangani sumber kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap pencemaran udara lintas batas," urainya, mengutip laporan Harian Metro Malaysia pada Sabtu (22/8/2026).
Langkah ini sejalan dengan data penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak. Berdasarkan pantauan Air Pollutant Index Management System yang dilansir RMOL, terdapat sepuluh wilayah di Sarawak dan Melaka yang masuk dalam kategori tidak sehat hingga pukul 11.50 WIB.
Sistem pengukuran di Malaysia menetapkan angka 0-50 sebagai kualitas udara baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 tergolong berbahaya. Distrik Kuching di Sarawak mencatat indeks tertinggi di angka 185, disusul Samarahan 177, Sarikei 174, Sri Aman 173, Sibu 163, Mukah 157, Bintulu 157, Samalaju 156, Miri 151, serta Bukit Rambai di Melaka pada angka 152.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Olympic, Basket, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara |













