Warga Kuta Tengah Dilarang Masuk Zona Merah Erupsi Gunung Sinabung
![]() |
| Foto udara sejumlah siswa SD Negeri 047174 bermain pada jam istirahat saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026). |
JAKARTA - Ratusan warga Desa Kuta Tengah, Kabupaten Karo kini menempati tenda darurat usai Gunung Sinabung mengalami erupsi sejak Senin (31/8/2026). Mengingat tingginya ancaman bahaya, pemerintah daerah dibantu ribuan pasukan gabungan berfokus memenuhi kebutuhan logistik dan menjamin keselamatan para warga di posko pengungsian.
Fokus Penanganan Kebutuhan Dasar
Gelombang evakuasi memprioritaskan 650 warga dari 207 Kepala Keluarga (KK) asal Desa Kuta Tengah, wilayah yang bersinggungan langsung dengan zona merah vulkanik. Para pengungsi ini ditempatkan secara terpusat di Losd Pulunipe, Sukatepu, Kecamatan Namanteran.
Posko evakuasi tersebut awalnya mengalami kendala keterbatasan sarana prasana seperti air bersih, selimut, logistik makanan, hingga fasilitas MCK. Merespons kondisi itu, satgas tanggap darurat langsung mengambil alih penataan ulang sanitasi dan mendatangkan truk tangki air bersih untuk mencukupi kebutuhan ratusan pengungsi.
"Kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah," papar Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, Selasa (1/9/2026), seraya menambahkan rencana penyediaan bus sekolah khusus bagi anak-anak terdampak.
Lontaran Abu Vulkanik dan Ketentuan Zona Merah
Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tercatat pada Senin pukul 10.17 WIB dengan kolom abu melambung hingga 3.500 meter di atas puncak gunung. Kondisi ini membuat status Gunung Sinabung dinaikkan dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga).
PVMBG juga telah menerapkan radius steril sejauh tiga kilometer dari pusat letusan. Pos PGA Sinabung memberi peringatan tegas kepada seluruh warga yang telah dievakuasi untuk tidak coba-coba kembali ke area pemukiman mereka.
"Erupsi ini merupakan bagian dari erupsi awal, dan tidak menutup kemungkinan terjadinya erupsi yang lebih besar," sebut laporan resmi PVMBG.
Pengerahan Ribuan Pasukan Gabungan
Demi mencegah warga menerobos batas aman dan mengamankan posko, sebanyak 1.279 personel gabungan disiagakan di bawah komando Kodam I/Bukit Barisan mulai Kamis (3/9/2026). Tim gabungan lintas instansi ini beranggotakan jajaran TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, BPBD, hingga regu tenaga kesehatan.
Bupati Karo, Antonius Ginting secara langsung memantau perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan arus koordinasi penanganan bencana berjalan lancar.
"Keselamatan warga menjadi prioritas utama," urainya saat berada di posko pengungsian Sukatepu. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tirto.id |
| Kategori | : | Olympic, Sumatera Utara |













