Peringatan HUT ke-36 Humanika Dihadiri Menteri Hingga Ratusan Aktivis Lintas Generasi
![]() |
| Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-36 Humanika, M Syaiful Jihad |
Sabtu, 19 September 2026 06:42 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Reuni dan silaturahmi memperingati HUT ke-36 Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) di salah satu restoran, di Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan dihadiri menteri hingga ratusan aktivis lintas generasi.
Selain Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, acara ini juga dihadiri Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono; Pendiri Humanika yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, Kepal Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta, Abdul Chalit; politisi, serta aktivis senior seperti Hariman Siregar dan Andi Arief.
Founder Humanika, Bursah Zarnubi mengatakan, momentum kebersamaan perlu terus dipertahankan dalam rangka menghimpun keragaman untuk terus memperjuangkan demokrasi, keadilan, dan kemanusiaan.
"Itu menjadi prinsip Humanika yang harus dipegang teguh sejak saya mendirikan Humanika pada 17 September tahun 1990. Meski kita bertambah umur, semangat itu tidak boleh berhenti, harus terus menyala di antara teman-teman hingga ke liang kubur," kata Bursah, Jumat (18/9/2026) malam.
Ia menginginkan agar regenerasi dapat terus berjalan dengan baik agar generasi muda dapat mengembangkan pemikiran dan jaringan. Hal ini sebagaimana dahulu Humanika dibentuk bermula dari perjalanan panjang bersama Hariman Siregar, Adnan Buyung Nasution hingga WS Rendra.
"Karena dulu tidak bebas di kampus, kami
Melanjutkan perjuangan demokrasi di luar kampus. Kalau Humanika semakin eksis di masa depan tentu relevansinya mungkin berbeda, siasatnya berbeda, cara berpikirnya juga berbeda, tinggal dirumuskan formulanya, teorinya, dan lainnya," terangnya.
Ia menginginkan, semakin banyak generasi muda, khususnya mereka yang berumur di bawah 30 tahun yang mau berorganisasi. Sebab, Humanika ini dibangun oleh kelompok mahasiswa dan pemuda.
"Saat masih muda, kami ini sangat semangat berdemo, long march hingga lari-lari. Tapi, kalau sekarang tentu secara fisik sudah tidak bisa seperti dulu lagi. Untuk itu, kita perlu generasi muda saat ini yang peduli terhadap rakyat dan persoalan bangsa," tegasnya.
Ia menambahkan, jika Humanika mau tetap eksis menatap demokrasi ke depan, membela kebenaran, dan membela rakyat kecil, maka diperlukan generasi muda yang punya pemikiran kritis serta idealis.
"Sebab, kami dulu juga berjuang dengan idealis, tidak mau terima-terima sogok.
Supaya watak otoritarianisme itu bisa kita tembus. Sehingga, kita menantikan perubahan dan kebebasan," ucapnya.
Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat menyampaikan, pemikiran adalah layaknya virus. Humanika ini menjadi inkubator virus perubahan.
"Temannya dulu kita mendobrak otoritarianisme menjadi negara lebih bebas terbuka. Sekarang, demokrasi sudah boleh jadi. Namun, hal-hal tertentu kebablasan. Nah, ini perlu ada bukan koreksi tapi evaluasi agar demokrasinya berkualitas," ungkapnya.
Ia menuturkan, masih banyak tema-tema untuk mempertinggi kualitas demokrasi yang harus diperjuangkan. Untuk itu, sangat penting juga dilakukan regenerasi.
"Seharusnya tidak boleh berhenti, harus jalan terus. Walaupun orangnya ganti-ganti pasti. Tapi temanya, tiap orang ada sejarahnya, tiap sejarah ada orangnya," imbuhnya.
Selain kualitas demokrasi, lanjut Jumhur, tema besar saat ini juga masih terkait dengan kesejahteraan. Pemerintah terus berupaya agar ketimpangan dapat terus diperbaiki.
"Bagaimana kita dapat mengimplementasikan dengan baik amanat Pasal 33 Undang Undang Dasar 45. Demokrasi dengan ketimpangan yang ekstrim tidak ada gunanya," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panita Pelaksana Reuni dan Silaturahmi HUT ke-36 Humanika, Mohamad Syaiful Jihad memaparkan, kegiatan tersebut mengusung tema "Solidaritas, Sinergi, Kolaborasi: Merawat Semangat Perjuangan untuk Kemanusiaan dan Keadilan Bersama".
"Acara ini diadakan untuk menguatkan kembali kebersamaan. Mereka yang masih muda supaya juga bisa lebih mengenal dan meneladani semangat kejuangan para senior. Terutama, dalam perjuangan untuk keadilan dan kemanusiaan," terangnya.
Mantan Ketua Humanika DKI Jakarta ini menyebut, proses regenerasi terus dijalankan dengan mengajak mahasiswa-mahasiswa untuk terlibat aktif dalam forum-forum diskusi yang diadakan.
"Kami ingin tentu para mahasiswa ini tidak hanya mumpuni secara akademis, tapi juga memiliki empati terhadap persoalan rakyat dan bangsa," bebernya.
Ia mengapresiasi jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislator, aktivis senior hingga aktivis muda yang sudah hadir dalam peringatan HUT ke-36 Humanika.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah hadir dan mendukung acara ini berjalan dengan lancar. Semoga semangat persatuan dapat terus terjaga untuk perjuangan menuju Indonesia yang lebih baik dan sejahtera rakyatnya," pungkasnya.
| Kategori | : | PON, DKI Jakarta |













