Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
24 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
3
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Badminton
23 jam yang lalu
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Banjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Solok, Belasan Kantor dan Puluhan Kendaraan Tertimbun Lumpur

Banjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Solok, Belasan Kantor dan Puluhan Kendaraan Tertimbun Lumpur
Petugas melakukan pembersihan lokasi
Selasa, 22 September 2026 12:10 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
SOLOK - Air bercampur lumpur pekat dan bebatuan secara mendadak menyapu kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang. Bencana banjir bandang atau galodo yang melanda pada Senin (21/9/2026) malam tersebut merendam belasan fasilitas pemerintahan, merusak puluhan kendaraan, dan melukai empat warga.

Bencana alam ini bermula dari hujan lebat tanpa henti yang mengguyur wilayah Solok sejak sore hari. Tingginya intensitas curah hujan memicu peningkatan debit air secara drastis di hulu Sungai Batang Lasi. Kondisi ini kemudian mengakibatkan tebing perbukitan di belakang Kantor Bupati Solok longsor. Material longsoran meluncur deras menerobos permukiman di Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, hingga meluber menutupi badan Jalan Raya Solok-Padang.

Terjangan air bah ini menimbulkan korban perlukaan akibat benturan benda keras dan arus deras. Para korban langsung mendapatkan penanganan medis darurat sesaat setelah berhasil dievakuasi oleh petugas dari lokasi kejadian.

"Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang," urai Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul.

Tiga warga yang kini menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka adalah Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), dan Yurnalis (45). Sementara satu korban luka berat yang dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) adalah Muhammad Nur Zen (56), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Solok. Ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit rujukan karena mengalami patah tulang dan perdarahan pada alat gerak bawah.

Endapan material lumpur tebal juga memaksa sedikitnya 50 jiwa dari sembilan Kepala Keluarga (KK) meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan. Para pengungsi saat ini telah ditempatkan di tiga titik aman, yakni Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Di area pusat pemerintahan, kerusakan terpantau cukup parah. Timbunan lumpur dengan ketebalan 20 hingga 60 sentimeter merendam setidaknya 11 gedung instansi. Fasilitas yang terdampak mencakup Gedung DPRD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Badan Keuangan Daerah (BKD), Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang), hingga Dinas Kesehatan. Bahkan, akses jembatan utama penghubung Arosuka tertutup total dan Masjid Kayu Aro ikut tertimbun puing.

Derasnya laju galodo membuat sejumlah inventaris dan peralatan kantor terseret arus hingga keluar ruangan. Bupati Solok, Jon Firman Pandu membenarkan besarnya volume air yang mendadak menerobos masuk hingga memporak-porandakan ruang kerja pegawai.

"Umumnya karena airnya. Peralatan kantor terbawa ke luar," jelasnya usai meninjau lokasi kerusakan.

Kerusakan turut dialami oleh puluhan aset kendaraan yang terparkir di kawasan kompleks bupati. Pendataan sementara mendapati 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor rusak usai tersapu arus lumpur.

Mengatasi kondisi darurat tersebut, aparat gabungan dari BPBD, Satuan Brimob Polda Sumbar, Kodim 0309 Solok, serta jajaran kepolisian langsung diterjunkan. Kapolres Solok, AKBP Rini Anggraini yang memimpin penanganan sejak malam kejadian, telah mengarahkan tiga unit alat berat berupa ekskavator, wheel loader, dan bulldozer guna mempercepat pembersihan material dan pembukaan akses jalan yang terisolasi. Hingga Selasa pagi, petugas masih bersiaga menyisir area terdampak untuk mendata kerugian warga, sekaligus mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk segera menyingkir ke tempat tinggi jika debit air kembali naik. ***

wwwwww